Sudah lewat 7 bulan sejak saya pertama kali menginjak dalam dunia menggambar digital, dan sudah dijelaskan juga dari beberapa essay yang saya buat sebelumnya, terkait progress yang sudah tercapai dari bulan Februari, Maret, April, Mei, Juni, Juli sampai Agustus, dari belajar menggambar teknis digital, teknis penggunaan aplikasi dan dari pergantian aplikasi menggambar, berawal dari Photoshop CS6 yang bukan ditujukan untuk menggambar, berganti ke Photoshop CC yang pantas digunakan untuk menggambar, hingga mencoba aplikasi menggambar yang berbeda lagi, yaitu Clip Studio Paint (CSP), dari ketiga pilihan aplikasi ini, yang paling saya sukai adalah Clip Studio Paint, utamanya karena fiturnya yang ramah untuk illustrator digital, mudah digunakan dan dipahami, sayangnya masih ada beberapa fitur teknikal yang belum saya pelajari, ditambah laptop yang kurang sesuai spesifikasi aplikasi (CSP), sehingga memperlambat progress pembuatan halaman komik Sci-fi.
Saat ini saya mentantang diri saya sendiri untuk membuat sebuah komik digital, di awal terasa mustahil, hingga saat ini dimana keraguan memuncak di pikiran saya, ditambah karena adanya RTS K11 yang harus saya hadiri dengan hasil progress proyek komik. Tetapi di balik keresahan ini saya melatih diri saya untuk meningkatkan keahlian menggambar digital yang sudah ada, utamanya membuat sebuah komik, karena sebelumnya tidak ada pengalaman dalam membuat komik secara digital, kesulitannya bertambah lebih banyak, tetapi menghasilkan banyak pengalaman baru, dari teknis menggunakan fitur dalam membuat halaman komik, di sisi lainnya, kreativitas saya teruji, karena saya suka bingung dengan penempatan dan pose untuk sebuah karakter, untungnya karena sudah latihan menggambar digital anatomi dan pose, maka masalah ini akan tertuntaskan dengan mudah.
Diluar isi teknis, masih ada satu hal yang kurang saya pahami, yaitu shot posisi untuk karakter, ditambah karena tidak biasa menggambar pose dengan shot yang aneh. Sebelumnya saya sudah melihat begitu banyak penempatan karakter atau shot yang digunakan untuk setiap adegan komik, tetapi sayangnya saya belum pernah mencobanya sama sekali, ide sudah terkumpulkan di kepala, tetapi saat saya mau menggambarkannya, hasilnya berbeda dengan imajinasi saya, sehingga dapat menghabiskan waktu yang cukup lama untuk menggambarnya berulang-ulang hingga mencapai kualitas yang saya anggap bagus.