SFM, dikenal sebagai nama lainnya, “Source Film Maker”, salah satu aplikasi yang dibuat oleh “Valve”, perusahaan game yang memiliki aplikasi steam, dan beberapa game terkenal seperti serian Half-life, serian portal, serian TF2 (Team Fortress 2), dan game CSGO (Counter Strike Global Offensive). SFM adalah sebuah aplikasi yang digunakan untuk membuat animasi tiga dimensi, juga dapat digunakan untuk membuat poster digital menggunakan model 3D, memposekan modelnya dan diberi pencahayaan untuk memberi suasana hidup atau untuk secara sisi penerangan. Dibandingkan dengan membuat gambar digital, sebenarnya yang membuat saya lebih tertarik membuat karya digital, dikarenakan sejak saya menemukan adanya animasi SFM dan poster SFM sejak SMP kelas 7, sebenarnya sendiri SFM sudah ada sejak 2012, digunakan oleh banyak orang-orang untuk menuangkan kreativitasnya, dengan membuat animasi atau poster, menggunakan aset 3 Dimensi.
Saya menggunakan SFM bukan untuk animasi, meski sedikit tertarik untuk membuat animasi, saya memilih untuk menggunakannya untuk membuat poster dengan model 3D yang ada, tanpa menggerakannya, tetapi memposisikannya dengan pose-pose yang kompleks dan natural. Membuat sebuah poster SFM dapat memakan waktu yang cukup lama, di kelas 7 ini saya hanya mempunyai laptop yang tidak kuat untuk spesifikasi aplikasi tersebut, sehingga membuat prosesnya lambat dan “ngelag”, memakan waktu sampai 2 jam lebih. Hobi ini berawal dari kelas 7, dilanjut sampai SMA kelas 2 di KPB, sayangnya karena waktu saat ini lebih banyak terhabiskan dengan mengerjakan proyek mandiri.
Di tahun ini sebenarnya saya sudah membuat beberapa poster SFM digital sebelumnya, meski di tahun ini hanya terdapat 2 poster digital yang dibuat, saya tetap mendapatkan pelajaran yang baru, terutamanya dalam belajar penerangan di dalam membuat poster SFM, karena tahap ini sendiri, saya anggap sebagai sebuah proses paling tersulit dan memerlukan begitu banyak pengetahuan teknis dalam menyiapkan posisi penerangannya, karena yang diincar untuk mereplikasi pencahayaan yang akurat dengan pencahayaan di kehidupan nyata. Untuk yang sudah saya kuasai adalah “posing”, tepatnya mengartikulasikan badan karakter 3 dimensi dan dalam menempatkan objek 3 dimensi non karakter hidup dalam sebuah area, area ini biasanya yang ditampilkan hanya berdasarkan jarak pandang dan area tangkapan kamera saja, sehingga tidak memerlukan untuk memenuhi seluruh “scene” dengan model 3D.