AES53 Kepribadian Diri Manusia
SamBin
Friday October 8 2021, 10:45 AM

Sebelumnya, apa itu Intorvert dan Extrovert, kepribadian sosial yang berbeda dan dimiliki oleh orang-orang, kepribadian ini menentukan cara masing-masing orang berinteraksi secara sosial dengan satu sama lainnya, kedua pribadian ini berlawanan dan memiliki perbedaan masing-masing tetapi masih bercabang dalam satu lingkup. Kedua kepribadian ini dapat ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, bisa hanya dari melihat ekspresi dan gerakan orang pada biasanya, tetapi ini juga memerlukan keahlian observasi dan ilmu-pengetahuan yang luas, contohnya seorang ahli dalam psikologi manusia dapat membedakan ciri khas kepribadian masing-masing orang di dalam sebuah kerumunan. Untuk kasusku sendiri, setelah mengikuti sebuah quiz saya mendapatkan hasil bahwa saya adalah seorang introvert, tetapi kuisonernya masih dapat diragukan, sehingga saya sendiri tidak yakin apakah saya seorang introvert atau ekstrovert.

Introvert adalah sebuah tipe kepribadian yang sering menjadi salah paham, sehingga kadang dianggap sebagai pemalu. Kenyataannya, introvert dan pemalu tidaklah sama, keduanya mempunyai ciri khas yang berbeda. Seseorang yang pemalu cenderung merasa khawatir atau tidak nyaman saat berada dalam situasi sosial tertentu, contohnya jika harus berinteraksi dengan orang yang tidak dikenalnya, sehingga menimbulkan reaksi untuk menjauh atau diam. Pemalu merupakan salah satu gangguan mental yang termasuk ke dalam gangguan kecemasan sosial, meski masih tergolong ringan. Berbeda dengan seorang introvert, lebih suka menyendiri untuk mengumpulkan tenaganya agar dapat melakukan interaksi sosial, para introvert sebenarnya tidak ada masalah jika harus berada di dalam situasi sosial, berbeda dengan sifat seorang pemalu.

Introvert adalah tipe kepribadian yang bertolak belakang dengan ekstrovert. Akan tetapi, sebenarnya, setiap orang memiliki elemen introvert dan ekstrovert di dalam diri masing-masing, perbedaannya terdapat kepribadian yang terdominasi oleh kedua kepribadian tersebut, kadang sifat ekstrovert bisa ditemukan dalam sifat seseorang yang introvert, tetapi lebih terdominasi dengan sifat introvertnya, sama juga dengan kebalikannya, tetapi kadang-kadang bisa seimbang, sehingga menciptakan keseimbangan, dikenal dengan nama ambivert. Secara detailnnya, introvert adalah sebuah kepribadian yang dikenal memerlukan banyak meluangkan waktu untuk dirinya sendiri, melakukan interkasi sosial dengan orang-orang yang ia kenali, orang-orang terdekat tertentu, tetapi saat ia diajak bersosialisasi dengan banyak orang, energinya akan mudah terkuras sehingga memerlukan waktu untuk menyendiri.

Kadang introvert dianggap oleh orang-orang sebagai antisosial, membenci kehidupan sosial atau mengurung dirinya sendiri, kenyataannya berbeda dan tidak bisa didasarkan oleh asumsi secara visual saja. Dimulai dari sisi pertemanan, seorang introvert lebih nyaman saat sendiri, memiliki teman yang tidak terlalu banyak, hingga jumlah teman seorang introvert dapat dihitung dengan jari saja. Namun, para introvert hanya memiliki pertemanan yang kuat meski hanya dengan segelintir orang saja, karena saat menjalin pertemanan, para introvert memang benar-benar menjaga intimasi yang dimiliki dengan masing-masing temannya, oleh karena itu tidak sedikit dari mereka yang sudah berteman hingga bertahun-tahun lamanya. Ekstrovert mempunyai cara yang berbeda dalam lingkup pertemanan, ia dapat bergaul dan bersosialisasi dengan orang-orang yang tidak ia kenal, lebih berani dalam berinteraksi dengan orang asing. Meskipun kadang-kadang ada sebuah situasi dimana orang yang diajak interaksi tidak mau menjadi temannya, kasus ini secara lebih lanjut sudah memasuki konteks yang berbeda, dan dapat dialami oleh introvert dan ekstrovert.

Selanjutnya dari sisi pengambilan keputusan seorang introvert itu dikenal lebih banyak berpikir, memikirkan dengan detail saat mau mengambil keputusan, memikirkan kesesuaian sebuah keputusuan adalah sebuah bagian dari kepribadian introvert. Memikirkan keputusan tidak hanya secara sisi interaksi atau saat berkegiatan sehari-harinya, sehingga memerlukan “delay” yang cukup lama untuk berpikir, contohnya adalah memikirkan tindakan yang diambil, sampai memikirkan konsekuensi dari tindakan tersebut. Pertanyaan terbesarnya apakah berpikir sebelum bertindak itu sehat? jawabannya adalah sehat, terutamanya saat melakukan kegiatan-kegiatan yang berbahaya dan penting, sehingga bisa menghindari konsekuensi buruk akibat tindakan yang salah atau ceroboh, tetapi kadang-kadang jika terlalu banyak berpikir bisa berakhir dengan “overthinking”, membuat kita berpikir terlalu jauh, menjatuhkan “spirit”, atau kepercayaan diri.

Beda dengan seorang ekstrovert, bertolak belakang dengan introvert yang selalu berpikir sebelum mengambil tindakan, ia lebih memiliki kecenderungan untuk terlalu cepat mengambil keputusan, kadang bisa mendapatkan hasil yang positif, tetapi kadang bisa menghasilkan dan mendapatkan yang negatif. Biasanya ekstrovert cendrung spontan dalam mengambil keputusan, sehingga tidak memikirkannya secara matang untuk mencari tahu apakah benar-benar tindakan yang ingin ia lakukan benar-benar keinginannya atau bukan.

Sekarang secara sisi pekerjaan, seorang introvert lebih memilih pekerjaan yang dapat dikerjakan secara mandiri, karena semua keputusan dan tindakan berada ditanggung jawabnya, melakukan semua tugas berdasarkan pemahamannya, mau dari benar atau pun salah. Sifat bekerja sendiri kadang disalahartikan dengan tidak suka bekerja dengan orang lain, tetapi ia akan merasa lebih efektif dalam mengerjakan tugasnya sendiri, tugasnya lebih memerlukan banyak waktu untuk sendiri dan tenggelam dalam pekerjaannya. Berbeda dengan seorang Ekstrovert, berlawanan dengan cara kerja introvert, ia lebih suka bekerjasama, mengambil tugas yang memerlukan banyak orang, dilanjut dengan melakukan tugas yang memerlukan interaksi sosial seperti diskusi. Bekerja bersama orang lain dapat menstimulasi seorang ekstrovert, membuatnya lebih efektif dan terasa nyaman.

Dari kedua kepribadian ini terdapat penengah, yaitu dikenal dengan kepribadian ambivert, dikenal memiliki elemen extroversion dan introversion yang seimbang, sehingga tidak ada kepribadian yang lebih mendominasi. Berbeda dengan para introvert dan ekstrovert, memiliki kecenderungan tertentu dalam berperilaku, tetapi ambivert biasanya akan bersikap dan berperilaku sesuai dengan kondisi, menyesuakan diri dan beradaptasi berdasarkan lingkungan sosialnya. Artinya, para ambivert terkadang bisa menjadi seorang introvert, tapi pada saat-saat tertentu juga bisa menjadi seorang ekstrovert, menggunakannya sesuai situasi dan keperluan saja. Para ambivert dapat dianggap sebagai penyeimbang dalam bersosialisasi, sebagai contoh, para ambivert bisa menjadi pendengar yang baik seperti para introvert, tapi pada saat dibutuhkan, mereka juga bisa menjadi komunikator atau menjadi orang yang menyuarakan pendapat kelompoknya agar didengar oleh pihak lainnya, mau dari sisi introvert atau ekstrovert.

Link sumber informasi yang digunakan:

https://hellosehat.com/mental/mental-lainnya/perbedaan-introvert-dan-ekstrovert/

http://rdk.fidkom.uinjkt.ac.id/index.php/2020/10/05/kenali-6-perbedaan-utama-kepribadian-ekstrovert-dan-introvert/

https://www.proprofs.com/quiz-school/personality/quizreport.php?title=introvert-extrovert-atau-ambivert_2vt&sid=MTY0MjIyNDkw