Samuel dan Sierra terpisah, Samuel tertangkap oleh pihak musuh dan keberadaannya entah berantah, dibawa ke level tertentu, Sierra tidak mengetahuinya, tetapi ia tahu kalau Samuel masih berada di bangunan tersebut. Samuel Tarkenton mulai sadar, matanya mulai mengedip, ia melihat deretan lampu di atasnya, terasa ia ditarik di atas sebuah ranjang, terlihat sebuah koridor panjang dengan ratusan pintu bertulisan ruangan medis dan penelitian, lantai ini terasa berbeda dengan lantai atas, terasa kehidupan, orang-orang berjas putih dan berseragam militer berjalan dan berlari kemana saja. Terlihat dua pintu besar, dengan kacanya bulat di atasnya, Samuel dibawa ke dalam sebuah ruangan yang berdinding tegel hijau pucat, sebuah lampu besar menggantung dari atap, di sisi kanan ruangan terlihat puluhan lemari berisi dengan peralatan medis dan obat-obatan, di sisi kiri terlihat beberapa ruangan, terlihat dari kaca ratusan komputer dan mesin-mesin untuk peralatan medis.
Samuel disambut oleh seorang pria berpakaian hazmat, bertopeng gas, dengan pipa oksigennya yang panjang, pria tersebut memanggil 2 pria berseragam hazmat dengan rompu peluru, kedua pria ini memaksakan Samuel untuk menggunakan sebuah masker oksigen, kedua sarung tangan Samuel dilepas, ditusukan sebuah jarum infus. Saat ini Samuel mulai pingsan kembali, doktor tersebut membangunkan Samuel, ia mengenalkan dirinya sendiri sebagai seorang peneliti, seorang ilmuwan dan seorang genius, Samuel berbaring di atas meja operasi, kedua kaki dan tangan Samuel terkunci dengan sebuah gembok besi, dan dadanya terikat dengan sebuah sabuk, ia tidak dapat menggerakan seluruh badannya, Samuel terasa tidak tertolong tanpa mengetahui tujuan utama dari sang Doktor, ia mengeluarkan pisau bedahnya, dengan sebuah “trolley” berisi alat bedah, Samuel mulai bangun, ia menyadari kondisinya, alat-alat bedah yang berada di atas trolley digunakan untuk membedah otak, Samuel pun mulai panik, berusaha untuk melepaskan dirinya dari jeratan meja operasi.