Masa pelatihan berjalan selama 5 bulan, total 200 rekrut mengikuti masa pelatihan ini, orang-orang kisaran usia 14-40 tahun mengikuti sesi ini, termasuk Marie, yang masih berumur 16 tahun, kebanyakan dari orang-orang yang mengikutinya adalah orang dewasa, veteran perang dan pekerja buruh. Ekspresi semua orang terlihat suram dan serius, tidak satupun bertingkah seperti manusia biasa, semua berbaris, berdiri tegap, tatapan dingin dan mata yang tidak berkedip, seakan sebuah patung, semua rekrut mencoba untuk bersifat seperti ini, kepala mereka hanya terisi oleh alasan dan rasa takut mereka dengan Corvelas, semua orang-orang ini mendaftarkan dirinya untuk kehidupan yang lebih baik, sisanya karena amarah mereka dengan keberadaan Corvelas, memikirkan musuh membuat mereka buta dengan realita, melupakan kenapa dan apa yang dilakukan Corvelas sebenarnya, bagi mereka Gov adalah pemerintahan yang dapat mereka percaya, pemimpin dari Gov pernah menjanjikan kebebasan mereka, dan kehidupan yang lebih baik.
Di umur 16 tahun Marie sudah mendengar berbagai berita dan cerita-cerita dari 2 pihak, Corvelas dan Gov, membuat perspektifnya luas tetapi membuatnya bertabrakan dengan satu sama lain. Marie lebih suka melupakan semua pemikiran, ini membuatnya gelisah dan tidak dapat bertingkah secara tenang, itu adalah alasan Marie untuk berpikir secara positif, mencoba mencari sisi sela sisi positif dan mencoba memahami perspektif setiap yang ia dengarnya. Berbeda dengan anak-anak diseumurannya, Marie lebih berpikir dewasa, tetapi sering “berbentrokan” dengan niatnya untuk mencari teman, bagi Marie teman tidak ditentukan oleh usia, tetapi cara memandang antara teman ke teman, jika “teman” ini mempunya tujuan yang sama, Marie akan membantunya, Jika tidak Marie akan mencoba untuk lebih persuasif mencari koneksi, sampai Marie menyerah.
Saat ini Marie berada dalam posisi yang sempit, baru-baru saja ia mencoba mencari seorang teman, tetapi berakhir dengan makian dan hinaan, Marie sudah pernah mengalami hal seperti ini, tetapi entah kenapa rasanya berbeda, lebih menyakitkan bagi Marie, Marie mencoba menahan rasa sedih ini, dan mencoba untuk mengikuti sesi pelatihan ini, juga menyempatkan diri untuk mencari teman. Sesi pelatihan dilakukan berdasarkan program pelatihan militer yang pernah digunakan oleh US Army, dengan gabungan beberapa tambahan kegiatan dari militer negara-negara Eropa, sesi ini memakan waktu 6 jam latihan nonstop, untungnya Marie dapat memaksakan dirinya untuk ikut pelatihan ini, bagi seorang remaja kegiatan olahraga bukan tantangan berat baginya, tetapi Marie punya kelemahan di sisi tinggi badannya.