Marie itu pendek, bagi seorang remaja ia tidak bertumbuh dengan tinggi badan seperti anak-anak remaja biasanya, rintangan pertama di sesi pelatihan ini adalah sebuah papan tinggi yang perlu dipanjat menggunakan sebuah tali. Rintangan ini bukanlah masalah baginya, tetapi saat rintangan “monkey bars” ia kesulitan, tangannya tidak dapat meraih satu pun besi ini, membuat Marie tertinggal dan ditertawakan oleh teman-teman setimnya, Marie merasa capek, ia mencoba memaksakan dirinya dengan melompat dan mengenggam salah satu besinya, usahanya tidak berhasil. Di tengah-tengah situasi biasanya Marie punya seorang teman yang rela membantunya, sayangnya tidak ada satu pun, demikian ia mencoba lagi sampai ia bisa, di percobaan ketiga ia berhasil melewati rintangan tersebut dan melewati rintangan lain tanpa masalah.
Sesi pelatihan ini berakhir dengan hukuman dari “drill sergeant”, semua anggota di sub-divisi ke-9 dihukum, sub-divisi ke-9 adalah divisi dimana Marie ditempatkan. Karena keterlambatan Marie di proses ini seluruh anggota timnya dihukum bersama Marie sendiri, menanggung jawabkannya sebagai sebuah tim, Marie sudah tahu ini akan terjadi, membuatnya takut dengan nasibnya saat ia nanti istirahat. Marie tidak bisa berhenti berpikir dengan nasibnya, lagi pula ia hanya satu-satunya perempuan di timnya, tidak mengenal salah satu pun anggota rekrut lainnya di divisi ke-9, mau diapakan dia, lagipula ia masih seorang remaja, kini Marie hanya bisa berdiam, menunggu sampai jam 1 siang.
Waktu sudah mendekati jam 1, jam istirahat selesai sesi pelatihan. Marie masuk ke kamarnya, semua anggota tim sub-divisi ke-9 meliriknya tanpa mengatakan satu pun kata, Marie langsung bersujud dan meminta maaf kepada mereka semua, menjanjikan mereka untuk lebih cepat dan menjaga staminanya untuk sesi latihan ke-depan, sambil mengatakan ia akan pindah ke divisi lainnya, menganggap dirinya tidak sesuai dengan anggota sub-divisi ke-9 lainnya, dari pojok kamar tidur seorang pria bangun dan mendekatinya, ia mengenalkan dirinya, pria ini bernama Marcel, tinggi badannya mengintimidasi Marie, Marcel menampar muka Marie tanpa sungkan-sungkan, “untung saja kamu setim dengan kami, entah bagaimana kalau kamu berakhir di divisi lainnya”.
Marie berterima kasih kepada Marcel dan anggota lainnya, sambil mengenalkan dirinya lebih lanjut, anggota sub-divisi ke-9 lainnya mengenalkan satu-satu, menjelaskan alasan kenapa mereka ikut Southland Rangers. Kebanyakan anggota sub-divisi ke-9 di tim Marie adalah orang Eropa, total 20 orang, ada 5 orang Inggris, 3 orang Perancis, sisanya campuran dari Rusia, Cekoslovakia, Polandia dan orang Jerman, untungnya Marie kelahiran orang Inggris, ia langsung disambut baik oleh anggota lainnya, seluruh waktu istirahat digunakan untuk mengenalkan masing-masing anggota, Marie pun menyadari kesalahannya saat ia mencari teman, mencari seorang teman di waktu yang salah, tidak waspada dengan suasananya.