AES109 The Pain of Marie Colette Pt.8
SamBin
Wednesday February 2 2022, 1:26 PM

Serangan mendadak musuh membuat seluruh markas kacau, pasukan yang baru saja datang belum bersiap-siap atau melakukan “briefing terlebih dahulu”, sehingga membuat banyak pasukan yang hadir tewas dalam kepanikan, menyerang secara tidak terkoordinasikan. Divisi ke-3 dan 11 mendapatkan efek dan korban jiwa terbanyak dibandingkan divisi ke-9, Marcel untungnya dapat mengendalikan dan memimpin situasi kacau ini, divisi ke-9 langsung mengarahkan pasukannya untuk mengamankan dan melawan keluar musuh yang menerobos pangkalan, sisanya pasukan mengambil kendali untuk mencoba membombardir mortar musuh, terlokasi beberapa meter dari pangkalan, Edward bertanggung jawab dalam menembak mortar musuh dengan sebuah Panzerfaust, ditemani dengan Strauss dan beberapa pasukan lainnya.

Di saat momen seperti ini Marie pergi menemani Marcel, Marie membantu Marcel untuk memetakan lokasi musuh, menggunakan sebuah “binocular”, Marie melihat beberapa posisi dimana musuh masuk ke pangkalan, beberapanya dekat di menara pengawas di timur Utara, sisanya berada di dekat tembok barat, Marcel tepatnya mengirim sisa dari divisi 11 dan ke-3 yang selamat untuk melawan balik musuh yang masuk, mencoba mengurung musuh di luar area, sisanya mencoba mengambil kendali posisi strategis seperti menara pengawas dan tembok pembatas, kebanyakan area tersebut dipenuhi dengan perlengkapan senjata “anti-tank” dan beberapa senapan mesin otomatis yang dipasang secara permanen.

Marie sebenarnya cukup takut, meskipun ditemani dengan Marcel, Marie tidak bisa menjauhkan pikirannya dari firasat buruk, kondisi seperti ini seperti judi, setiap langkah akan memunculkan hasil yang cukup acak, antara ia akan selamat dan dapat melanjutkan misinya atau melangkah ke area yang salah dan tewas tertembak atau diculik musuh, disamping lainya Marcel cukup percaya diri dengan taktik dan keputusan yang diambilnya secara mendadak untuk mengambil kendali markas.