AES137 Tulisan Lain-lain Pt.3
SamBin
Wednesday March 16 2022, 3:46 PM

Melanjuti dari topik pembahasan sebelumnya, pada tahun 2021 dan 2022 saya belajar berbagai teknik dan fitur baru dalam menggambar digital, jumlah karya saya bertambah, sama seperti kualitas gambar saya. Peningkatan ini cukup membantu melatih persiapan saya untuk dunia kerja nanti, menggambar digital atau pun manual, keduanya saya pelajari dengan perlahan dan detail, untuk saat ini saya hanya berusaha untuk menggambar karakter-karakter menggunakan pose yang bervariasi, ditambah melatih fleksibilitas saya untuk menggambar anatomi karakter tertentu, contohnya salah satunya adalah karakter saya, yaitu “Sal Maybrough”, menjadikannya sebagai objek latihan, saya bisa mencapai banyak tingkat keahlian menggambar digital. Karakter ini cukup berjasa dalam pengaplikasiannya untuk beberapa iklan proyek di KPB K11, utamanya saat semester ke-1, karakter “Sal” digunakan di iklan poster pameran proyek mandiri, sisanya digunakan untuk “header” dan hiasan situs “Google-site” KPB k11, utamanya di halaman depan K11 semester 1. Tahun 2021 adalah pertama kalinya saya menggambarkan sebuah objek gambar dan digunakan untuk proyek sekolah, utamanya KPB K11, saat ini keahlian menggambar saya diuji, hal yang perlu diperhatikan adalah kualitas gambarnya, demikian saya berusaha dalam 2 hari menuntaskan gambar figure karakter “Sal”, seekor kucing antropomorfik dengan badan dan postur yang tinggi. Membuktikan bahwa keahlian saya dapat digunakan di proyek, saya merasa berguna di kelompok K11, berguna di KPB, bisa menggunakan keahlian saya untuk menggambar untuk sesuatu yang berguna dan diapresiasi oleh teman-teman saya.

Mendapatkan apresiasi, sampai saat tahun 2022 ini saya masih kesulitan untuk mendapatkan reaksi atau semacam apresiasi atau kritik dari teman-teman saya, entah ada kesulitan dari saya sendiri untuk menanyakan atau mengajak teman-teman saya untuk sebuah masukan. Kali ini belum satu pun saya mendapatkan sebuah reaksi positif atau negatif, intinya saya meminta sebuah reaksi untuk memastikan bahwa orang-orang memperhatikan progress peningkatan keahlian saya. Sepanjang dari tahun 2021 saya hanya mengaharapkan sebuah reaksi dari teman-teman saya untuk karya yang buat, tetapi sayang sekali belum sempat ada yang muncul, tetapi di antara yang dilihat munculnya reaksi dari teman-teman kelas saya cukup minim, terbatas dari situasi tertentu saat mereka menyadari dan mengamati objek karya gambarnya. Untuk saat ini saya mencoba untuk memasukan karya saya kea kun media sosial saya di “Furaffinity, Twitter dan Instagram”, ketiga akun ini berperan sebagai arsip dan verifikasi untuk kualitas karya yang dibuat, mendapatkan verifikasi “like, komentar dan views” adalah sebuah verifikasi yang penting bagiku, seketika karya saya yang dibuat di “like” oleh orang luar, saya merasa senang, terasa ada yang menghormati keberadaan gambar tersebut, seakan waktu untuk membuat karya itu tidak tersia-siakan, contoh lainnya saat pada tanggal 11 Maret 2022, karya saya di”like” oleh salah satu seniman favorit saya, (Coop-soggy), sebuah postingan “W.I.P” terkait komik yang saya buat pada tahun 2021 lalu, “like” ini memotivasi saya, bagi orang lain ini biasa saja, berbeda dnegan saya, ada sebuah rasa senang dan bangga seketika orang melihat karya yang saya buat, sebuah usaha yang sudah dikeluarkan dalam masa-masa proyek Mandiri.

Untuk saat ini, saya hanya terus melanjutkan produktivitas saya untuk membuat karya digital, meskipun kadangkala “pacing” yang saya miliki cukup lambat, meski lambat kadang juga saya mengusahakan untuk menuntaskan satu karya, dan mempostingnya di akun media sosial, menggunakan ketiga akun “platform” media sosial yang saya sebutkan sebelumnya. Pernah juga saya mendapatkan sebuah pesan, sebuah “tweet” yang menenangkan hati saya, “twitter” adalah sebuah “platform” media sosial yang kacau dan tidak terfilter, isinya bisa bermacam-macam, dari konten dewasa sampai anak-anak, ocehan kasar, rasa kesal, rasa senang, rasa sedih atau keanehan yang dilakukan orang-orang, mengetahui ini saya memilih untuk mengabaikannya, mengacuhkannya, menjadi selektif saat membaca perkataan orang di “twitter”. Demikian ditemukannya sebuah “tweet” dari salah satu seniman favorit saya yaitu, “FOXnROLL” (https://twitter.com/F0XnR0LL), pesan yang dikirim terisi dengan perkataan:

How to keep your art hobby/career alive:

- Draw what you love. People feel it!

- Ignore numbers, they mean little.

- Compare yourself with your old self

- Observe/learn from others regardless their numbers. Artist are all different!

- Keep drawing at your own pace.

Perkataan ini memotivasi saya, membaca semua perkataan ini, seluruh isi tulisan ini menjelaskan semua poin-poin penting yang diperlukan seketika saya membuat sebuah karya gambar digital atau manual, karena itu untuk saat ini saya mencoba menerapkan beberapa prinsip ini dalam proses saya menggambar.

*iklan*

Halo Warga Smipa, apa kabar!  Dalam rangka menggalang dana untuk live in Kelompok Gobak Sodor ke Gambung, kami menjual produk baru nih...Yaitu kalender dan notes! Terbuat dari kertas daur ulang yang ramah lingkungan, serta hadir dengan desain yang menarik. Produk ini EXCLUSIVE ya, karena dibuat sendiri oleh kami makannya untuk pembelian harus pre-order...  Bila tertarik untuk pre-order, bisa mengontak admin 081931390418 (Thania), atau kunjungi Instagram kami @sageproject , dan bisa juga kunjungi Warung Smipa...

@sageproject_=

https://www.instagram.com/sageproject_/?hl=en

Warung Smipa=

https://warungsmipa.id/store/sage-project/