AES10 UMF Army of the Unknown Bagian ke-9
SamBin
Friday August 6 2021, 2:39 PM

Corvelas mempunyai jumlah pasukan yang sangat besar, jumlahnya sangat banyak hingga tidak sampai terhitung, meski dengan jumlah yang amat banyak, keberadaan pasukan ini masih menjadi misteri bagi musuh-musuh dan sekutu Corvelas sendiri, sehingga Corvelas mendapatkan panggilan nama “Army of The Unknown”. Corvelas dikenal dengan reputasi yang ditakuti dan paling dihormati diantara semua organisasi dan negara, panggilan “Army of the Unknown” berawal dari semua perang yang diikuti Corvelas, utamanya karena semua pasukan di Corvelas menggunakan kain penutup muka ditambah dengan “goggles”  untuk menghindari serpihan besi dan debu dari ledakan selama berpatroli dan beroperasi di medan perang. Dikarenakan penutup muka tersebut, pasukan sekutu dan pasukan musuh tidak pernah ada yang melihat mukanya, alasan dari penutup muka ini, utamanya demi melindungi identitas semua prajurit yang bekerja di Corvelas, terutamanya karena Corvelas terdiri dari banyak kesatuan negara-negara lain, utamanya Corvelas sendiri mempunyai beberapa tentara yang berasal dari Jepang, Jerman dan Itali, selain itu, karena sistem ini diberlakukan sejak perang dunia 1 ke perang dunia 2, dimana pihak sekutu mayoritasnya mempunyai banyak kebencian terhadap orang Jerman dan Jepang, sehingga penutup muka diperlukan agar sekutu bisa bekerjasama dan tidak menggangap Corvelas sebagai musuh.

Tidak hanya dari identitas, dalam semua situasi perang yang terjadi, sejak perang dunia 1, Corvelas selalu saja muncul secara tiba-tiba dan rahasia, sehingga membuat banyak pihak kaget dan panik, taktik ini digunakan untuk mentakuti pihak musuh dan membangkitkan moral tentara sekutu. Corvelas dianggap sebagai pihak yang paling terkuat, terpintar dan tercanggih, utamanya setiap tahun, Corvelas selalu menemukan berbagai inovasi dengan cepat dan lebih maju, contohnya peralatan yang digunakan tentara standar Corvelas, Corvelas “First line Soldiers” dan MAP (Multi Area Personel), peralatan yang digunakannya adalah EACS (Environmental adaptive Combat Suit) yang didesain oleh seorang anggota Corvelas “Special Operations Mariners”, bernama Samuel Tarkenton.

EACS, adalah sebuah baju yang ditujukan digunakan di semua lingkungan, tempat yang dingin, hingga mencapai -1000 derajat celcius, tempat yang panas, mencapai suhu 1000 derajat celcius, penyebabnya sendiri karena sistem pengatur suhu di dalam bajunya sendiri, ditambah oleh material campuran 50% Argenium, dan lapisan penahan udara. Tidak secara suhu, tetapi secara mobilitas bajunya sendiri, karena menggunakan 50% kandungan Argenium, dan exoskeleton yang dimasukkan dalam bajunya sebagai rangkanya, kecepatan penggunanya bisa mencapai kecepatan batas kecepatan lari manusia mencapai 45km/jam, ditambah oleh exoskeleton, sehingga pengguna baju ini dapat menahan “recoil” persenjataan berat, persenjataan ringan, juga biasa, selain itu, baju ini dapat membantu penggunanya mengangkat peralatan berat dengan mudah. Untuk fitur lainnya di dalam baju ini terdapat seperti “integrated Mk V jetpack”, antenna yang dapat di belakang bajunya, ruang penyimpanan peralatan, untuk di bagian helm, terdapat lampu tepat di atas visor helm, “night vision”, sistem Thermal laser sensor, alat pengidentifikasi target dan sistem untuk menganalisis kesehatan dan kondisi bajunya sendiri. Meski semua fitur ini cukup memakan harga yang mahal, untungnya Corvelas mempunyai kendali atas bank, dan mempunyai persediaan uang yang tidak terbatas, ditambah Corvelas mempunyai hak untuk mencetak uangnya sendiri untuk membeli dan mengumpulkan material untuk EACS, plus Corvelas bekerjasama dengan “Farden Industries”, yang mempunyai alat replikasi bahan baku. Sejak itu, Corvelas mengadopsi baju tersebut sebagai perlengkapan standar semua prajurit Corvelas, ditambah dengan Pulse Rifle yang baru-baru diciptakan dan dikembangkan kembali oleh “Farden Industries” sejak tahun 1895

Tulisan ini dibuat untuk sebagai salah satu ide cerita yang kemunginan akan digunakan di proyek mandiri komik saya sendiri di K11, yang akan diperluas lagi menjadi satu ide besar fiksional  yang diciptakan oleh saya sendiri.