Setiap pagi, sesudah membaca saya memulai kegiatan dengan bermain game kata-kata: Wordle. Bagi saya ini semacam pemanasan otak di pagi hari agar nanti dapat berfungsi maksimal sepanjang hari. Selain Wordle, ada seperangkat permainan kata lain yang selalu saya kerjakan yaitu Connection, dimana di sana ada 16 kata dan saya diminta untuk mengelompokkan menjadi group 4-4, Ini yang sangat sulit karena pertama kriteria pengelompokkannya sangat luas spektrumnya, kedua kata dalam bahasa Inggrisnya juga sulit-sulit dan banyak yang tidak biasa saya gunakan. Ini jadi semacam "belajar" bahasa untuk saya. Lebih sering kalahnya daripada berhasil, itu tantangan seru yang saya hadapi setiap pagi. Ketiga adalah Strands, yaitu menemukan kata dalam bidang acak penuh dengan huruf berdasarkan suatu tema, dan yang keempat adalah teka-teki silang mini. Saya berusaha menyelesaikan yang terakhir secepat mungkin, rekor saya sekitar 1 menit, dan yang terburuk bisa sampai 10 menitan. Nah itu sudah saya lakukan selama setidak-tidaknya 2 tahun. Dulu di kantor saya bersaing dengan teman-teman siapa yang lebih baik dan lebih cepat.
Eniwei, pagi ini sesudah menyelesaikan permainan kata-kata saya, ada sebuah kalimat yang menarik perhatian di bagian bawah serangkaian permainan itu, bunyinya begini: Life is more fun with games. Comeback every day for new puzzles. Pinter! pikir saya, tapi kalimat itu buat saya kurang tepat, menurut saya Life is more fun than games. So comeback later and for now, start living your life!
Pernahkah terpikir bahwa waktu itu sangat terbatas dan sangat sayang jika hanya disia-siakan? Mungkin dahulu ketika saya jauh lebih muda, dengan asumsi bahwa hidup saya masih sangat panjang, saat itu waktu tidak saya hargai setinggi sekarang. Setelah semakin bertambahnya usia, saya semakin menyadari bahwa jika menghitung rata-rata usia manusia di dunia ini, maka tidak banyak lagi yang tersisa, saya sudah menghabiskan sebagian besar "jatah" saya di dunia ini. Lihat saja, sudah berapa banyak teman sekolah saya yang sudah pergi mendahului? Banyak sekali! Teman saya dari TK hingga SMA, belum menghitung teman kuliah dan kenalan-kenalan lainnya, sudah sangat banyak. Nah, saya sangat beruntung tidak termasuk dalam daftar itu, jadi saya tidak ingin menyia-nyiakan waktu saya.
Tahu Viggo Mortensen, yang memerankan Aragorn, raja kaum manusia di filem Lords of the Rings? Dia pernah mengatakan ini: Life is short and the older you get, the more you feel it. Indeed, the shorter it is. People lose their capacity to walk, run, travel, think, and experience life. I realize how important it is to use the time I have. Dia memang lebih tua dari saya, tapi jika mengamati tulisannya, saya sangat mengerti dan juga mengalami bahwa semakin bertambah usia, semakin saya sadari bahwa waktu begitu pendek dan saya sangat rasakan itu. Saya juga sudah mulai merasakan banyak keterbatasan yang dulu tidak pernah digubris sama sekali. Kemampuan fisik semakin berkurang, kemampuan untuk mengingat juga semakin menurun. Tidak jarang saya pergi ke suatu tempat dan ketika tiba di sana saya lupa mengapa berada di situ. Kacau sekali! Nah, memikirkan ini, waktu menjadi semakin berharga. Bagaimana saya dapat memanfaatkan waktu yang tersisa ini dengan hal-hal yang berarti? Itu yang sedang direnungkan akhir-akhir ini.
Nah obroaln ini menjadi perenungan sepanjang pagi gara-gara kalimat iklan games milik New York Times ini. Berbicara mengenai waktu memang tidak ada habis-habisnya. Entah sudah berapa kali saya ngobrol tentang ini, juga tentang bagaimana kita "menyadari" waktu dalam usia-usia tertentu, bahwa waktu terasa bergerak lebih cepat karena kesadaran kita semakin tinggi dengan bertambahnya usia. Waktu juga erat kaitannya dengan kekhawaturan dan ketakutan, apalagi ketika sudah mencapai usia tertentu. Memang semua tergantung pada manusianya. Seperti misalnya ada yang sudah tidak sabar untuk bisa menghadap yang Khalik karena merasa tugasnya sudah selesai atau karena saat ini hanya tergantung pada orang lain sehingga ingin bebas, tapi juga tidak jarang orang merasa takut karena merasa belum selesai atau bahkan belum "puas".
Bagi saya sendiri, walau ada banyak pemikiran, tapi yang pasti saya tidak ingin mendahului semesta. Kapan garis akhirnya bukan milik saya untuk memutuskan, justru yang sekarang lebih penting adalah berusaha sebaik mungkin memanfaatkan anugerah waktu yang diberikan pada saya. How I live my life the best way I can. Itu saja.
Foto credit: soulfullyf.com