Sejak masuk pada tahun 2022 ini, saya mulai kembali suka membaca buku, utamanya komik, dibandingkan dengan tahun sebelumnya, kebiasaan itu kurang terlihat, anehnya dimana tepat saya memerlukan pengetahuan untuk membuat sebuah komik. Kebiasaan membaca komik dulu sudah ada sejak dulu, kebiasaan ini terbangun secara perlahan dari materi bacaannya, ditambah secara kualitas atau konteks visual yang dimiliki di buku komik tersebut, dari masa-masa SD yang sering membaca komik “Dragon Ball”, buku “Paman Gober”, kemudian pada masa SMA saya mulai membaca komik yang masuk kategori “level comics”, jenis komik ini sudah termasuk komik dewasa, dari kontennya yang lebih kompleks ditambah visualnya yang lebih dewasa. Sejak masuk masa SMA, kebiasaan membaca komik saya kembali meningkat, utamanya pada jenjang kelas 11 pada semester kedua sesi pembelajaran, ditambah saya mulai memiliki sebuah kebiasaan untuk membeli atau mengincar komik yang mau dibeli, membeli komik Jepang adalah sebuah hal yang saya tidak kira akan terjadi, karena dulu pas masa SMP, SD dan pada jenjang kelas 10, saya hanya lebih suka membeli dan membaca komik barat atau Eropa saja, tidak memiliki “interest” untuk manga.
Masuk masa kini, sekarang pada jenjang SMA kelas 2 atau tepatnya disebut sebagai kelas 11. Komik yang saya mulai lebih meningkat dari intensitas membaca juga menambah, bisa dapat lebih fokus dalam membaca komiknya, ditambah secara kecapatan baca menjadi lebih pelan, dibandingkan dengan dulu, menggunakan sebuah prinsip, membaca komik hanya mempunyai satu tujuan, untuk melihat visualnya saja. Sekarang saya mulai lebih perlahan dengan membaca tulisan di komiknya, setiap kata saya baca dalam hati, demikian saya lebih mengerti alur ceritanya.