Jujur saja ini sesuatu yang menyeramkan untukku, bagaimana tidak kebiasaan menulis yang sudah kutekuni dengan tekad kuat tiba-tiba bisa menghilang begitu saja seperti asap pada panggung pesulap amatir. Bagaimana bisa setelah berbulan-bulan berkutat dengan tulisan demi tulisan, bahkan aku pernah membuat sampai tiga tulisan perhari loh sekarang ya begitulah. Hilang-hilangan. Membangunnya sulit menjalaninya ternyata lebih sulit.
Selalu ada alasan, tapi yang lebih menakutkan adalah bahkan aku sampai tidak berpikir untuk menulis. Ingatpun tidak! Menakjubkan memang kinerja otak ini, mengikuti skala prioritas dan memprediksi waktu yang dibutuhkan untuk menulis satu esai tiba-tiba dia menghapus ritual menulisku tanpa aba-aba. Puff! auto delete.
Padahal segala kesibukan tentu saja hanya alasan. Aku lupa membaca dimana tapi kira-kira begini tulisannya,
"Semua akan mencari alasan untuk menghindar, saat semua penting itu adalah prioritas."
Tentu saja aku tahu manfaatnya, aku tahu caranya, aku tahu sepenting apa menulis untuk menjalin benang kusut di dalam otakku tapi tetap saja aku kabur! Jadi akui saja memang aku sedang mencari pembenaran untuk semua alasanku itu. Hahaha
Lucunya sebelum grup AES berbunyi tadi sore disela kegabutanku yang sebenarnya aku juga sedang melarikan diri dari rutinitasku, aku bertanya-tanya kenapa aku mandek untuk mulai menulis lagi. Sudah membuka laptop dan ada pada laman create a blog ini pun rasanya jari ini terdiam, otakku membeku. Mau menulis apa hari ini? Sempat beberapa kali aku mengalami brain freeze layaknya makan es dalam jumlah besar. Otakku tidak berfungsi
Tapi hari ini aku memutuskan untuk mencoba lagi menulis, hari ini aku mendapat dua kali peringatan untuk menulis lagi, tidak ada alasan untuk mangkir!