AES37 Membereskan yang Belum Selesai
wulan bubuy
Wednesday March 23 2022, 8:44 PM
AES37 Membereskan yang Belum Selesai

Beberapa hari lalu aku memutuskan untuk beres-beres di rumah. Beres-beres yang kumaksud adalah memilah mana barang yang masih bisa kuberikan kepada orang lain dan mana yang sudah saatnya diucapkan selamat tinggal. Momen beres-beres atau declutter (hm, sejujurnya aku mulai akrab menggunakan kata ini sejak baca Marie Kondo) ini jadi semacam perjalanan singkat ke masa lalu (ciee), aku bisa tiba-tiba mengingat bau harum atau rasa bahagia atau sedih karena teringat sesuatu melalui benda tertentu. Ah, si melankolis suka begitu (lol). 

Nah, kemarin barang yang harus kurelakan untuk berpisah adalah beberapa karya samasa kuliah dulu termasuk maket-maket yang kukerjakan saat di studio interior. Ada perasaan bangga karena maket itu bisa bertahan sekian belas tahun lamanya. Selain debu yang bikin bersin gak berhenti, aku terkagum sendiri mengamati beberapa benda mungil yang sekarang pengerjaannya lebih mudah karena sudah ada mesin canggih bernama 3D printer. Gak bisa dibandingkan dengan maket mahasiswaku sekarang, semuanya betul-betul dikerjakan secara manual. 

Kembali ke soal beres-beres, sejak bapakku meninggalkan kami Desember 2020 lalu kami melakukan beres-beres ini sudah kesekian kalinya dan masih juga belum beres. Bapakku ini senang sekali menyimpan barang, tapi ya begitu, namanya juga rumah masa kecil yang muncul ya benda dari masa kecil kami. Mengingat semua rasanya rindu dan karena ibuku juga termasuk bagian yang menyumbangkan berbagai kenangan jadi selalu hadir pertanyaan "Ini masih mau Ibu simpan?". Terlihat sekali sih kelekatannya tapi Ibuku akhirnya pun ikut menyadari jika pun disimpan dan akhirnya beliau gak ada, lalu mau diapakan semua barang-barang itu? 

Sejujurnya, ada sisi melegakan ketika beberapa kenangan bisa aku lepaskan. Baik manis dari sebuah cerita memang paling enak untuk diingat-ingat dan membangkitkan semangat. Pemantik yang sifatnya baik inilah yang aku pilih untuk tetap disimpan, hanya mungkin tak lagi berupa barang tapi foto (haha) dan kemudian yang penuh bukan rumah tinggal tapi rumah virtual. Gapapa ya? Iya gapapa aku jawab sendiri saat mengabadikan fisik dari kenangan itu. Sudah saatnya, kenangan tetap masih bisa dikenang. Apa yang kita lakukan saat ini pun juga nantinya akan jadi kenangan, karena kita mau menyimpannya. Selanjutnya, membereskan apa yang belum selesai di dalam diri. Mari semangat beres-beres, semoga cepat selesai. 

Foto dari sini