Ranu Kumbolo, Danau Mistis Jawa Timur
Wuli
Monday September 27 2021, 9:27 AM

                                                                 diorama.png

Danau Ranu Kumbolo adalah tempat wisata alam yang dikunjungi karena berbagai faktor. Alasan mengapa danau ini dikunjungi, entah karena pendaki gunung ingin menjadikan pos peristirahatan untuk menjadi lebih segar saat meneruskan perjalanan ke titik tujuan yang lebih tinggi di Gunung Semeru, atau sebagai tujuan terakhir perjalanan. Danau ini biasanya tidak terlalu ramai sebelum adanya pandemi dan berbagai kisah mistis tentang Ranu Kumbolo dan gunung di mana danaunya berada merupakan beberapa alasan mengapa Danau kumbolo ini dikunjungi. Di Dalam lahan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru atau (TNBTS) yang mencapai luas 50.276 hektar, terdapat Danau Ranu kumbolo di kaki gunungnya Semeru. Nama Ranu Kumbolonya sendiri berasal dari kata “ranu” yang berarti “danau” dan “kumbolo” berarti “pengembara” dan jika kedua kata itu disatukan, maka namanya akan berarti ,“danau para pengembara”.

Ada berbagai hal yang bisa dilakukan di sekitar danau Kumbolo  yaitu, menyaksikan terbit dan terbenamnya matahari serta menikmati pesona alam yang berada di sekitar danaunya ataupun berkemah dekat danau walau ada beberapa aturan yang harus dipatuhi untuk berkemah. Ranu Kumbolo merupakan salah satu danau yang terbuat dari hasil penampungan air hujan dengan proses yang panjang. Luas permukaan danaunya 15-24 hektar dengan kedalaman yang mencapai hingga 28 meter. Dengan volume tersebut, air yang tertampung di dalam danaunya merupakan danau air tawar yang berada di tempat yang tertinggi di Jawa Timur, sekaligus penampungan air vulkanik  yang membuat airnya sendiri tidak terlalu aman untuk digunakan karena lokasi perairan ini tidak jauh dengan gunung berapi kerucut Semeru serta peraturan tertentu yang tidak mengizinkan orang siapapun untuk menggunakan airnya entah untuk minum, mandi, atau alasan lain. Di ketinggian 2.389 mdpl, Ranu Kumbolo berada di kategori pegunungan. Akan tetapi, itu tak berarti bahwa flora dan fauna seperti itik bersiul atau disebut juga belibis,  ikan-ikan mas, untuk berada di sekitar danau walau memang ada aturan dengan larangan wisatawan serta warga sekitar untuk memancing di perairan Ranu Kumbolo karena ada legenda yang mengatakan bahwa ikan-ikan mas yang berada di danau adalah suatu jelmaan Dewi yang ditugaskan untuk menjaga keindahan Ranu Kumbolo. 

Warga yang hidup di sekitar pegunungan Bromo Tengger Semeru mempunyai beberapa rumor, cerita, ataupun dongeng yang diceritakan kembali dari generasi ke generasi. Cerita mistis atau rumor ini biasanya bukan sesuatu hal yang dianggap asing bagi penduduk di sekitar gunung Semeru.Warga sekitar mempercayai bahwa sejarah Ranu Kumbolo bermula dari sebuah kejadian unik tatkala seorang anak bernama Kumbolo sedang melakukan pencarian mutiara pelangi di atas Puncak Mahameru. Kumbolo adalah anak orang miskin yang tubuhnya konon dipenuhi sisik lantaran dikutuk karena ibunya memakan seekor ikan mas saat mengandungnya. Untuk menghilangkan sisik di tubuhnya, Kumbolo diperintahkan mencari sebuah mutiara pelangi di puncak Gunung Semeru. Singkat cerita setelah mendapatkan mutiara tersebut, Kumbolo pun bergegas turun untuk segera mengabarkan kepada kedua orang tuanya bahwa pencariannya berhasil. Namun ketika menuruni lereng gunung yang terjal, mutiara pelangi tersebut tiba-tiba saja terlepas dari genggaman Kumbolo dan jatuh ke sebuah lembah. Yang ajaib, begitu mutiara pelangi itu mencapai dasar lembah, terjadilah sebuah peristiwa dahsyat yaitu lembah tersebut tiba-tiba memancarkan air besar hingga membentuk sebuah danau yang menenggelamkan Kumbolo. Kumbolo pun berusaha sekuat tenaga untuk meraih tepian danau. Setelah berjuang habis-habisan, Kumbolo akhirnya berhasil sampai ke tepi danau dan segera naik ke daratan. Lalu lagi-lagi peristiwa ajaib terjadi, sesaat setelah naik dari danau, semua sisik yang ada di tubuh Kumbolo menghilang dan tubuhnya pun kembali bersih tanpa sisa sedikitpun. 

Konon, pendakian menuju puncak dari pulau Jawa atau gunung Semeru merupakan perjalanan yang dianggap sebagai hal yang spiritual. Sebagai jalur pendakian juga ditemui sebuah prasasti yang menyebut bahwa air dari danau ini dipercayai sebagai suatu wadah air suci. Ratusan tahun yang lalu, air ini dulu dipakai dalam ritual-ritual suci kepercayaan warga sekitar. Ikan mas yang berlimpah di perairan Ranu Kumbolo dipercayai oleh masyarakat sekitar bahwa ikannya adalah jelmaan Dewi yang kemungkinan besar berasal dari kepercayaan Hindu.  Selain kesucian airnya Ranu Kumbolo dan ikan emas di dalamnya, ada juga pembuktian cinta di area baratnya Ranu kumbolo yang dinamai “Tanjakan Cinta”. Mitos tersebut dimulai saat sepasang tunangan yang mulanya ingin mendaki Gunung Semeru bersama. Akan tetapi, saat pria dalam pasangan yang tidak terlalu beruntung, menoleh ke belakang pada waktu dia melewati Tanjakan Cinta sebelum tunangannya sampai ke tanjakan cinta, pria itu melihat tunangannya terguling jatuh hingga tewas karena kelelahan. Apabila pendaki tanjakan sembari memikirkan kekasih tanpa menoleh ke belakang, maka akan memiliki akhir cerita yang bahagia. Sebaliknya, jika menoleh ke belakang, maka kisah cinta akan berakhir pilu. Ada juga  penunggu Ranu Kumbolo yang diasosiasikan dengan penampakan sosok wanita. Menurut cerita yang beredar, wanita tersebut kerap muncul pada saat bulan purnama lengkap dengan pakaian kebaya berwarna kuning dan sebelum muncul, asap akan mengepul di permukaan Ranu Kumbolo.

Secara keseluruhan, surga keindahan dari Danau Ranu Kumbolo yang kaya dengan segala cerita mistis yang berkaitan dengan agama atau tidak ini merupakan tempat yang bisa dikunjungi oleh siapapun, baik pengunjung pemula dengan mendaki/trekking, atau apabila dia sudah terbiasa sebagai tempat untuk beristirahat sementara untuk melanjutkan perjalanan ke puncak gunung Semeru atau sebagai titik akhir. 

Tentu saja Danau Ranu kumbolo ini perlu suatu rute agar wisatawan dapat sampai ke tempat ini. Rute untuk sampai ke Ranu Kumbolo sudah ada dan bisa diakses oleh Jeep sewaan dan berjalan kaki.  Pendakian dimulai dari desa Ranu Pani menuju ke Pos 1. Jalurnya cukup landai dan datar, hanya di awal saja cukup menanjak. Treknya teduh dan mudah dilewati. Setelah itu Pos 1 ke Pos 2 relatif dekat, jalurnya pun masih cukup landai, mirip dengan jalur ke Pos 1 tadi. Nah, dari Pos 2 ke Pos 3 ada jalur naik dan turun namun tidak terlalu curam hanya saja jaraknya cukup panjang. Dari Pos 3 ke Pos 4 jalur menanjak dan curam di awalnya, akan tetapi selanjutnya landai dan bahkan menurun karena sudah dekat dengan Danau Ranu Kumbolo. Dari Pos 4 ke danau jalurnya turun terus. Estimasi keseluruhan perjalanan tersebut 4-7 jam tetapi sekarang dalam masa pandemi masih belum buka untuk publik. Entah perjalanan tersebut dianggap susah atau tidak, perjalanan untuk sampai ke tujuan bisa dinikmati oleh siapapun yang berani untuk mencoba. Demikian, Ranu Kumbolo serta kekayaan akan alam dan kisah akan menunggu kedatanganmu. 

                                                               IMG20210924150824.jpg

Sumber referensi:

https://m.merdeka.com/malang/pariwisata/ranu-kumbolo-danau-para-pengembara-di-jalur-pendakian-semeru-170410j.html

RANU KUMBOLO Tiket & Aktivitas September 2021

Ranu Kumbolo: Keindahan dan 6 Mitos yang Menjadi Misteri Pendaki

Jalur atau Rute Pendakian Danau Ranu Kumbolo Dan Gunung Semeru

✪ Tiket Masuk Ranu Kumbolo Kab Lumajang 2021

You May Also Like