AES44 Percakapan-percakapan
yantisuryanii7
Wednesday April 13 2022, 11:34 PM
AES44 Percakapan-percakapan

"Lalalala, lalalala, aku udah gede, kaya Ibu, cantik!"
ungkap seorang gadis kecil dengan rambut basahnya sehabis mandi, sambil menggunakan gincu dan sepatu hak milik ibunya. Lengkap dengan matanya yang bulat dan wajah penuh bedak putih, dia menatap dirinya di cermin.
"Ehm" seru Ibu sambil tersenyum. Ternyata sedari tadi Ibu berdiri dibalik pintu memerhatikan tingkah gadis kecilnya
"Rambutnya ditarik kebelakang pake sisir, terus disisir ke samping, jadi ada yang naiknya kaya gini" tutur Ibu lembut sambil menyisir rambut putrinya.
Ini gaya rambut kesukaannya, lebih tepatnya gaya rambut kesukaan ibu yang juga menjadi kesukaannya.

Ibu suka memasak, semua bahan makanan akan diubahnya menjadi makanan lezat dengan bumbu yang melimpah. Tak jarang gadis kecil menemani Ibu memasak. Sambil duduk di atas meja sambil mengayunkan bergantian kedua kakinya.
"mau coba masak?" tanya Ibu
"Mau tapi enggak bisa!" jawabnya sambil memanyunkan bibirnya yang mungil
"hahaha ya enggak apa. Kan belajar. Semua cara memasak itu enggak ada yang salah enggak ada yang benar. Kalau orang potong bawang miring, kamu mau potong bawang bentuk segitiga, ya enggak apa. Itu kamu" Jawab Ibu sambil tersenyum
"tapi aku enggak bisa potong wortel kaya gitu, bagus" jawab gadis kecil itu sambil menunjuk wortel potongan Ibu
"iya enggak apa, kan belajar! kamu potong wortel bulat-bulat juga enggak salah. Kan wortel tetap jadi wortel. Paling nanti kita lebih cape aja ngunyahnya hahaha" jawab ibu sambil tertawa
Sejak hari itu, gadis kecil percaya, benar dan salah tak pernah benar-benar ada. Tak ada pula satu hal yang mutlak kebenarannya. Jika kita diajarkan memotong sayuran miring di keluarga kita. Bisa jadi di keluarga lain sayuran di potong seperti dadu, atau ada juga yang memotongnya seperti lingkaran-lingkaran tipis. Beragam, tapi semuanya punya makna.

"Makanan siaaapp!" panggil Ibu pada semua anggota keluarga
"Waaahh Sop ayam kesukaan semua," ungkap Bapak sambil tersenyum tak tahan untuk melahap makanannya
"Sop ayam yang selalu spesial masakan Ibu" seru Kakak dengan mata yang berbinar melihat yang tersaji di meja makan
"ini jauh lebih spesial, karena sayuran dipotong bersama rasa percaya, dan direbus dalam tawa dan canda. Dari yang baru pertama belajar masak itu tuuh," ungkap Ibu sambil melempar lirikannya pada gadis kecilnya
"Waaahh pantas saja ayamnya masih hidup hahaha" saut Bapak sambil tertawa
"Malam itu di sekitar tahun 1998, sop ayam tersaji dalam mangkuk, semua orang di meja makan dengan lahap sambil tertawa. 
Malam ini di tahun 2022, hangat semangkuk sop ayam masih tersaji lengkap bersama ragam sayuran dan bumbu di dalamnya."
Bisiknya lembut dalam hati sesaat setelah menutup album photo-photo yang tersimpan rapi di sudut kamarnya :)

joefelus
@joefelus   4 years ago
Lovely! Thank you!
yantisuryanii7
@yantisuryanii7   4 years ago
Thank you, Pak Joe! :)
Andy Sutioso
@kak-andy   4 years ago
Waaah bagus amat ceritanya kak Yanti... terima kasih. 🙏
yantisuryanii7
@yantisuryanii7   4 years ago
Terima kasih Kak Andy 🙏🙏
You May Also Like