Niat hati sudah lama ingin kembali mengayuh sepeda. Tapi ini dan itu selalu jadi alasan untuk enggan memulai bersepeda kembali.
Namun, semalam kami tak ingin terus menolak ajakan hati untuk kembali bersepeda. Kami siapkan sepeda. Mulai dari membersihkan debu-debu yang sudah lama tertidur nyenyak pada setiap sudut sepeda, serta membangunkan ban yang terlalu lelap hingga perlu nafas buatan hehehe
"Waaaahhh" hati saya bersorak pada kayuhan pertama. "Ayo tidur cepat! Untuk besok berangkat lebih pagi" tutur saya menyakinkan diri untuk segera beristirahat.
Dan pagi tadi, kami berhasil kembali mengayuh sepeda sembari menyapa matahari dan jalanan yang super padat. Ketika semua orang berlomba untuk menjadi yang paling cepat, kami memutuskan tetap mengayuh sepeda dengan perlahan. Selaras dengan hembusan nafas kami masing-masing, dan berjeda dari keriuhan kendaraan lainnya.
Kami jadi penonton di tengah kemacetan kota, namun sekaligus juga terus bergerak.
Ketika semua motor dan mobil berbaris rapi menunggu ruang untuk bisa maju, entah keajaiban apa yang mengantarkan sepeda selalu punya ruang untuk terus berjalan. Meski perlahan kayuhan sepeda tak pernah berhenti memberikan harapan.
Aaahh, mengayuh sepeda memang selalu menyenangkan 😊
Selamat menyambut hari esok dan menikmatinya 🌻