AES058 Gule
yulitjahyadi
Saturday October 23 2021, 11:17 PM
AES058 Gule

Pagi ini niatku cuma mau masak tumis sayur dan tempe bacem buat makan siang, supaya praktis dan cepet beres karena jam 11 ada Zoom ngariung AES. 

Rencana berbelok arah saat Mang Iwan penjual sayur di komplek menawarkan daging sapi, sembari sedikit berkeluh kesah bahwa hari ini tak banyak pembelinya. 'Mungkin pada males masak kali ya bu, hari sabtu maunya istirahat mereun yak' katanya sembari merapikan dagangan di keranjang-keranjangnya masih lumayan penuh terisi, padahal saat itu sudah jam 8 pagi, 1 jam menjelang bubar waktunya jualan sayur. 

Kuputuskan untuk ganti menu, kutaruh lagi kangkung yang sudah dipegang, dan kuambil daging yang tadi ditawarkan. Lalu sembari berkeliling dan berpikir mau dimasak apa dagingnya aku mencari-cari bumbu bacem. Satu kantong plastik yang kuaduk-aduk isinya aneka bumbu, ada gule, rawon, rendang, rica-rica, bacem dan ayam panggang, lalu kuputuskan untuk masak gule. Aku pun segera pulang setelah menambahkan kelapa utuh dan sayur nangka muda untuk dimasak gule gori.

Sampai di rumah, kusiap bahan masak hari ini, kuiris-iris daging lalu dipresto, kupotong kecil nangka mudanya lalu dikukus, kukupas kelapanya lalu diblender. 

Saat menggunting plastik bumbu aku berkata dalam hati, 'Hari ini tak apa pake bumbu sachet dulu ya' sembari kulirik lembaran kertas yang tertempel di dinding dapur yang berisi tulisan ' Resolusi 2019 : No Bumbu Sachet' dengan beberapa resep bumbu masakan seperti sayur asam, semur, soto dan opor. 

Dulu hampis selalu masak pakai bumbu jadi karena inginnya yang praktis, masaknya cepat selesai dan rasanya pasti enak. Tapi sejak mengurangi sampah, bumbu sachet jadi target yang pertama. Kadang-kadang ada satu dua kali absen dalam satu bulan dan pakai bumbu jadi seperti hari ini saat butuh praktis atau sedang ingin masak menu yang sangat jarang seperti tom yam atau masakan asing yang bumbunya lebih praktis dan murah dengan bumbu jadi. 

Biarpun niatnya masih kadang bolong-bolong, plastik bekas bumbu selalu dicuci bersih. Di tempat cuci piringku, disediakan tempat untuk meniriskan plastik bekas yang telah dicuci. Sejak ada itu mencuci plastik jadi kebiasaan seperti saat mencuci piring dan alat maakan lainnya.

Kardus bekas wadah makanan juga biasa dicuci supaya bersih dari bekas makanannya. Kalau kardusnya berlaminasi, kubiarkan basah terendam air dulu sampai plastik laminasinya bisa terlepas baru kemudian ditiriskan terpisah. 

Di bawah meja cuci piring sekarang juga kutaruh beberapa box file bekas untuk memilah sampah. Ada yang khusus plastik bening, plastik dengan foil, kertas, kardus, mika dan styrofoam. Dengan menempatkan area pilah dekat dengan area cuci ini terasa lebih memudahkan proses memilahnya dan tidak berantakan kemana-mana. Selesai ditiriskan langsung masuk lemari. Nanti kl sudah penuh baru dipindahkan ke tempat tunggu selanjutnya yaitu gudang. 

Sembari menunggu kukusan gori, tempe diiris-iris lalu direbus bersama bumbu bacem sachet dan air kelapa. Maksudnya agar esok hari tempe tinggal digoreng dan bisa leyeh-leyeh 

Daging presto sudah beres, kukusan gori beres dan santan pun siap. Bumbu gule segera kutambahkan pada panci berisi potongan daging dan air rebusannya. Kuambil satu panci yang lain untuk diisi air, potongan gori kukus dan bumbu gule. Setelah air bergolak ditambahkan santan sembari kuaduk sesekali. Bau gule segera semerbak, dan tiba-tiba aku teringat tongseng! 'Yaah.. mengapa tadi ga sekalian beli kol? kayanya enak nih, tongseng gori, dan aku pun lalu berkhayal rasa tongseng sambil menelan ludah.

You May Also Like