Berbagai hal pernah aku coba untuk mengenal diri. Sempat ada masa gandrung dengan bermacam tes kepribadian, tes karakter, tes psikologi dllsb. Suka juga baca buku2 mengenai kepribadian dan tipe2 yang dikotak-kotakkan dalam berbagai kerangka dan wadah. Pernah juga berusaha untuk mengekspresikan diri lewat beberapa bentuk karya. Ternyata ga semudah itu. Terasa, bukan itu yang aku maksud. Sepertinya memang sulit untuk mengenal diri yang sesungguhnya.
Aku mulai menyadari 2 sisi dalam diri manusia ketika bertemu Gobind di sebuah hari pembekalan kakak bertahun-tahun silam. Pernyataannya yang sangat membangunkan aku adalah; 'Bahwa manusia sebenarnya tidak pernah bermasalah dengan apapun atau siapapun yang berada di luar dirinya'. Jadi, kalau ada sesuatu yang terasa salah, periksa ke dalam diri. Karena di situlah masalahnya. Bukan di luar diri. Meski masih terus berusaha mencerna ini, jadi lebih ngeh bahwa ada ‘sesuatu’ yang sangat penting di sisi dalam diri. Sesuatu yang dapat menyelesaikan semua masalah diri. Dan ternyata untuk mengenal diri, kita juga perlu melihat ke dalam, sekaligus menyingkirkan ego yang kerap melekat kuat di sisi dalam diri.
Hari ini diajak kembali memperhatikan 2 sisi diri. Perlunya seimbang antara sisi dalam dan luar diri, antara being dan doing, untuk dapat menjalani hidup yang telah diberikan dengan baik. Lantas bagaimana cara melihat ke dalam? Meski tahu apa yang harus dilakukan, tapi belum bisa, apalagi terbiasa. Diam, hening, nafas. Seperti ibadah, perlu dilakukan rutin dan konsisten agar bisa melihat sisi dalam diri dan terbiasa untuk kembali. Semoga.