Awal tahun ajaran kemarin, kak Novi sempat menunjukkan sebuah buku bagus. Tepatnya Kamus Perasaan Untuk Anak. Buku yang menarik, disampaikan dengan bahasa sederhana, dan illustrasi yang lucu sesuai untuk anak. Ditulis oleh Park Sung-woo, illustrasi oleh Kim Hyu-eun. Pada cover belakang tertulis, “Ada yang aneh. Hatiku kadang berdegub kencang, kadang tenang, atau malah ingin menangis. Aku tak tahu apa ini. Buku ini akan membantu Mama menjelaskan perasaan yang ada di hati anak-anak."
Tentunya sebelum dapat menjelaskan orang dewasa pun perlu menelaah rasa, mengenali dan mencari tahu tentang berbagai perasaannya sendiri. Aku sendiri pada dasarnya termasuk orang yang punya sisi rasa yang besar. Mudah senang, mudah sedih, mudah terharu, lalu cirambay. Alih-alih diekspresikan lebih sering ditekan oleh sisi logis, yang selalu berpikir supaya jelas, masuk akal, benar dan diterima baik. Dampaknya ibarat endapan dalam larutan yang bila teraduk atau tersenggol mudah keruh. Perbendaharaan rasa juga jadi kurang. Padahal rasa adalah hal alami yang perlu dijaga, dibangun, utamanya sebagai nilai unggul manusia daripada mahluk hidup lainnya. Ragam rasa yang muncul dan berganti dari waktu ke waktu jarang sekali aku tilik, aku beri perhatian, aku syukuri.
Pagi tadi banyak berpikir tentang rasa. Rasa apa yang muncul ketika duduk menulis, ketika melihat sinar matahari yang jatuh di daun dan rumput, ketika hembus angin yang sejuk dan segar, ketika melihat langit biru cerah tanpa awan, ketika mendengar suara tonggeret, kicau burung, atau kokok ayam milik tetangga, ketika mendengar suara ambulans meraung di kejauan, ketika mendengar bunyi notifikasi pada telepon genggam, ketika mendengar suara berderit aneh pada plafon teras rumah yang sudah menua.. Perubahan konstan di setiap saat hidup. Mungkin karena itu tidak jadi perhatian, tak dihayati. Secara teori psikologi perasaan dipilah dalam 6 kelompok besar; Bahagia, sedih, takut, jijik, marah, dan terkejut. Namun saat mencoba menuliskan kosa kata rasa yang aku tahu dan gunakan, ternyata memang cukup banyak; bahagia, senang, bersyukur, tenang, damai, mellow, sedih, bingung, khawatir, kesal, sebal, marah, terganggu, benci, geram, malas, bosan, ragu, yakin, semangat, antusias, sayang, rindu, kagum, terinspirasi, tertekan, bebas, berat, galau, gelisah, kacau, aneh, pusing, buntu, penat, segar, enggan, mampu, bisa, sulit, tidak berdaya, lega, kasihan, simpati, berduka, takut, berani, content, benar, salah, sangat ingin, putus asa, awe, helpless, was-was, alert, geli, malu.. masih banyak lagi yang belum terpikir mungkin ya. Tak heran bahwa ada yang kemudian berpikir perlunya dibuat kamus perasaan 