Belakangan ini kegiatan menulisku berselang seling dengan pekerjaan memijat. Dulu di awal menulis jadwal menulisku cukup acak, kadang siang hari selesai memasak atau makan siang, kadang sore hari sembari duduk-duduk di teras, atau di malam hari seusai doa malam sampai menjelang tidur. Seiring waktu aku merasa lebih nyaman menulis di malam hari saat semua tugas sudah selesai karena waktu yang biasa kupakai untuk menulis cukup panjang, antara satu hingga dua jam.
Menulis AES juga sekaligus jadi media refleksi, menyediakan waktu khusus untuk mengolah, berpikir atau menggali-gali sesuatu . Kadangkala bisa mengalir begitu saja, namun tak jarang pula butuh lebih banyak waktu untuk diam menelaah. Mencari tahu lebih dulu arah berpikirnya dan kemana arah menulisnya. Sesudah menulis biasanya aku memastikan ulang isi tulisanku dengan membacanya beberapa kali dan merevisi susunan kalimat-kalimatnya hingga dirasa pas dengan maksud tulisannya.
Memang betul kalau dikatakan bahwa AES ini jadi sarana belajar, karena menulis bukanlah pekerjaan yang biasa kulakukan. Memang benar jika kadang aku juga menulis di media sosial, tapi itu hanya terjadi jika dorongan menulisnya sangat kuat, sedangkan menulis di AES ini lain ceritanya.
Mendorong diri sendiri untuk menulis setiap hari dan menulis apa saja yang bisa ditulis kok rasanya sama seperti mendorong diri sendiri untuk menggelar matras dan beryoga di atasnya. Butuh niat dan semangat agar terjadi. Butuh keteguhan hati untuk mau hadir bersama diri sendiri.
Kadang kalau ide sedang lancar mengalir, saat masak atau mencuci piring aku bisa menemukan beberapa ide cerita dan selama menuntaskan pekerjaanku itu, pikiranku kadang mengolah arah ceritanya, mau ke mana nyambungnya dan lain sebagainya. Namun di lain waktu saat sedang malas berpikir aku baru mencari tema pada saatnya menulis. Kadang kalau buntu tak ada ide dan otak sedang lelah, aku diam saja sembari memegang ponselku lalu bertanya pada diri sendiri, 'Sekarang mau apa?' Lalu muncullah tulisan seperti esai berjudul Kobra itu. Saat itu mungkin memang badanku lebih butuh yoga dan istirahat karena lelah. Maka yang terjadi adalah, sembari duduk di atas kasur memegang ponsel aku menulis diselingi dengan menggerakkan tubuh sesuai apa yang kutuliskan saat itu. Kalau kata Bang Joe, yang penting menulis. Dulu di awal belajar mengajar yoga pun aku menulis instruksi gerakan untuk belajar menemukan kosa kata yang pas sebagai instruksi, selain merancang aliran gerakan demi gerakannya. Sekarang saat sudah terbiasa semuanya lebih mengalir apa adanya pada saatnya saja. Mudah-mudahan nanti saat lebih terbiasa menulis pun bisa begitu juga.
Nah.. seminggu ini aku memang memberi jeda 1 hari, pertama karena aku memakai waktuku untuk memijat Dani yang sudah 3 minggu mengerjakan loteng sendirian tanpa tukang, jadi kalau malam badannya terasa pegal-pegal. Kedua, beberapa kali ide tulisanku tidak berhasil mengalir dan terhenti begitu saja dalam catatan di ponselku. Ketiga, aku sedang mulai menyusun tulisan tentang Ayurveda untuk menanggapi pertanyaan Mega di esai Anak Api, sehingga waktuku kupakai juga untuk membaca ulang buku Ayurveda dan catatan-catatanku sekaligus memilah-milah informasi yang pas untuk dituliskan agar mudah dipahami dan bermanfaat. Keempat, aku memperoleh perspektif lain tentang makan dan pola makan dalam buku Anti Diet yang sedang kudengarkan lewat Audible. Hal itu membuatku sedang lebih ingin diam, menerima dan 'mengunyah-ngunyah'.
Di awal esai ini sebenarnya aku berniat menulis seputar hal menarik tentang memijat namun jadi beralih ke sini, cerita seputar kegiatan menulis. Tak direncanakan dan mengalir begitu saja dalam tempo 75 menit. Sekian, salam... 😊
Halo bu Yuli apa kabar? hehe. Ngomong2 soal memijat, saya juga lagi belajar bu tentang pijat teknik spinal walk, hehe ternyata seru nih belajar teknik mijat
Halo kak Asep, kabar baik, semoga kakak juga 🙏🏼😊
Waah.. Tampaknya seru untuk diceritakan di AES, kak 😁
Wah, baru baca. Makasih banyak lho, Yul. Hehe.. sampe terharu, sengaja cari bahan tulisan buat pertanyaanku. 😊
Hai Mega, tulisan tentang Ayurveda nya udah jadi beberapa esai, bisa dibaca juga..hehee.. thank youuu 🤗