Bagi seorang olahragawan pasti mengetahui bagian mana saja yang sering terjadi masalah dalam tubuh. Hampir seluruh olahraga pasti memiliki banyak dampak buruk jika asal melakukan. Membutuhkan latihan yang intensif atau bisa dengan bimbingan khusus seperti pelatih. Olahraga bulu tangkis, sepak bola, bahkan berbagai seni beladiri membutuhkan fisik yang sangat kuat. Pada tulisan kali ini saya akan berbagi sedikit cerita mengenai berbagai cedera yang sering kali dialami para olahragawan. Sejak dulu saya menggeluti berbagai jenis olahraga termasuk seni bela diri Wushu.
Dalam seni bela diri ini memiliki banyak gerakan yang melibatkan lompatan bebas berbagai arah dan pendaratan yang terbilang cukup mendadak. Membutuhkan kekuatan dalam seluruh bagian seperti pinggang, paha, serta lutut. Saat melakukan berbagai lompatan terkadang pendaratan kerang sempurna bahkan gagal. Cedera pada lutut dan pergelangan kaki menjadi makanan sehari-hari para atlet. Terkadang ada pula cedera fatal yang dialami seorang atlet. Cedera ACL namanya, cedera ACL sendiri adalah robekan yang terjadi di bagian dalam ligamen utama pada lutut.
Cedera ACL ini paling sering terjadi jika seseorang yang melibatkan penghentian mendadak pada lutut, pergeseran mendadak, dan salah penderatan. Cedera ini memiliki berbagai tingkatan. Tingkatan awal ligamen pada lutut mengalami memar, dan tingkatan yang paling tinggi yaitu putus. Maka dari itu operasi adalah solusi satu-satunya dengan menggantikan bagian ligament yang rusak/putus. Banyak orang mendengar atau merasakan bunyi di lutut saat cedera ACL terjadi.
Ketika mengalami cedera ACL, maka dari itu lutut kemungkinan akan membengkak, merasa tidak stabil, dan menjadi terlalu sakit untuk menahan beban. Tergantung pada tingkat keparahan cedera ACL. Penguatan otot menjadi hal yang wajib dilakukan setelah proses operasi. Membutuhkan waktu sedikit lama agar otot daerah lutut kembali normal.