AE S137 Catatan Si Jaki
Suara alarm membuat aku terbangun dari kasur dan bersiap untuk membersihkan dan mengecek kembali beberapa perlengkapan pribadi yang nantinya aku bawa ke Gambung. Entah mengapa hari ini aku lebih semangat untuk menjalani harinya. Aku dan kawan-kawan berkumpul tepat pada jam tujuh pagi. Kami mengumpulkan seluruh perlengkapan pribadi maupun kelompok. Memastikan tidak ada satu pun barang yang tertinggal, melihat jarak sekolah dan Gambung cukup jauh, maka dari itu tidak memungkinkan untuk kembali lagi mengambil barang yang tertinggal.
Barang bawaan sudah lengkap dan kami pun berkumpul bersama untuk melakukan doa bersama sebelum pergi menuju Gambung. Pada kali ini kami memiliki tantangan untuk membawa satu tas yang berukuran sedang saja. Melihat banyak perlengkapan kelompok yang cukup banyak, maka tidak memungkinkan untuk membawa perlengkapan pribadi yang cukup besar. Mulai dari pakaian pun kami sudah menyepakati untuk membawa tiga pasang saja. Tantangan ini bisa dibilang berhasil, kami bisa membawa seluruh perlengkapan mulai dari laptop, buku catatan, beberapa pasang pakaian, beberapa pembersih badan kami bawa dalam satu ransel yang berukuran sedang.
Awal memang sulit dipercaya untuk membawa seluruh perlengkapan pribadi hanya dengan satu ransel sedang, namun kami sudah membuktikan ini semua. Keluar dari tol kami pun berhenti di area Masjid Soreang untuk menunggu Kak Maul. Salah satu anggota kami ikut bersama Kak Maul menaiki motor miliknya. Melihat beberapa kawan yang memiliki badan yang cukup besar, aku merasa sedikit pegal saat berada di dalam mobil. Hal ini membuat aku bisa lebih sabar dalam menghadapi suatu hal kecil seperti ini.
Ini adalah salah satu alasan mengapa Bintang ikut bersama Kak Maul menaiki motor miliknya. Jam sepuluh kurang akhirnya kami sampai, aku bergegas untuk membawa perlengkapan kelompok menuju lumbung utama. Motor Kak Maul sangat membantuku saat membawa perlengkapan kelompok agar sampai ke lumbung utama dengan cepat. Setelah seluruh perlengkapan kelompok terkumpulkan, kami pun bertemu Pak Vinan dan sedikit berbincang singkat mengenai kegiatan yang akan kami jalani hingga hari Minggu nanti. Cuaca di Gambung pada hari ini sangat bersahabat, hanya rintik hujan yang turun dengan singkat tidak membuat jalan kegiatan mengalami kendala.
Hari pertama yang penuh pelajaran besar dalam hidup. Cerita sedikit saat menuju peternakan sapi aku melihat seseorang yang membersihkan kandang sapi. Melihat seluruh pakaian basah dan beberapa bercak kotoran yang menurut aku itu adalah kotoran sapi yang menempel. Seketika aku menyadari bahwa pekerjaan itu menurutku cukup berat. Melihat resiko yang cukup besar dan bahaya saat memandikan sapi. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi pada saat kami memandikan sapi, bisa saja tiba-tiba sapi tersebut menendang kami.
Maka dari itu saat aku mencoba untuk membersihkan sapi itu, aku cukup lebih waspada dan hati-hati melihat resiko yang cukup besar ketika memandikan sapi itu sendiri. Melihat pekerjaan yang cukup sederhana hanya memandikan sapi dan membereskan seluruh kotorannya. Namun ternyata, aku mengalami dan mencobanya langsung. Sangat sulit untuk melakukannya, terkadang bau tak sedap dari kotoran tercium dan membuat hilangnya konsentrasi saat memandikan sapi sendiri. Banyak tantangan maupun cobaan saat membersihkan kandang dan memandikan sapi ini.
Namun setelah itu kami bisa menikmati segelas susu murni hangat di sana, susu murni terenak yang pernah aku coba. Ternyata benar, aku percaya dengan pepatah “Berjuang dahulu, senang-senang kemudian”.