Akhirnya selesai sudah kami melakukan kegiatan di Gambung, empat hari tiga malam sudah kami lewati. Banyak pembelajaran baru yang aku bisa dapat pada live in kali ini. Seluruh kegiatan kami atur semua, berbeda ketika tahun lalu kami di Gambung. Mulai dari pengeluaran biaya transportasi, biaya makan, biaya lainnya kami atur bersama. Pada live in kali ini cukup berbeda, kami memiliki beberapa misi yang wajib kami lakukan salah satunya workshop kertas.
Sayang sekali jumlah ketertarikan peserta cukup minim, namun kabarnya ada salah satu anak yang mengikuti workshop ini. Ketuntasan menjadi nomor satu, jikalau peserta sedikit pun tetapi kita mampu menyelesaikan workshop ini dengan baik. Hari pertama banyak sekali pembelajaran baru yang cukup sederhana namun cukup berguna untuk pengetahuan ku. Aku merasakan bahwa pada live in kali ini cukup berbeda, beberapa kali aku pernah melakukan live in seperti ini. Menginap di rumah warga setempat hingga mengikuti seluruh aktivitas pemilik rumah tersebut seperti berburu ikan, peras susu sapi, hingga memetik teh.
Namun yang berbeda pada live in kali ini yaitu dari ketuntasan sebuah kegiatan. Hari pertama kami mengikuti Pak Dayat untuk melakukan penanaman tanaman Kapulaga. Kami melihat proses cara penanaman dengan teliti mulai dari proses pemotongan rumput, cara menggemburkan tanah, hingga cara penanaman tanaman Kapulaga. Total ada empat tanaman Kapulaga yang sudah kami tanam di sana. Aku percaya bahwa semua itu pasti membutuhkan proses dan tidak ada yang instan.