AES40 lemparbalik
zockyhudaya
Thursday September 30 2021, 10:53 AM

Jadi selama seminggu ini aku berkegiatan di gambung. Perasaan aku senang tetapi kadang suka malu-malu karena belum terbiasa dengan sekitar teman-teman. Jadi pada hari ini perasaan aku tentang kegiatan yang aku dan teman-teman lakukan adalah hiking ke hutan. Saat pertama-taman memandang sekitar aku kira hutan belantar tetapi sebenernya juga disana banyak tumbuhan kopi, jadi juga kebanyakan disanah juga menghasilkan kopi. Banyak cerita-cerita yang aku dapatkan dari Pak Feri tentang pengalamanya beliau bertemu macan tutul saat sedang offroad dan lain halnya.

Jadi kembali lagi ke kegaiatan, pagi-pagi aku bangun dengan sangat berat karena udara dingin yang membuat aku susah bangun. Pagi jam 6 kita ngumpul buat manasin badan sebelum hiking, waktu itu juga aku bermain bersama dengan rasa masih malu-malu dan juga lama-lama udah sedikit terbisa. Dipagi itu hari sangat cerah dan untungnya hutan tersebut dipenuhi dengan pohon-pohon pinus dan kopi yang membuat udara sekitar sejuk dan juga adem begitu juga dengan pemandangannya. Pagi itu perasaan aku senang tetapi juga aku saat itu yang aku ikuti bersama teman-teman aku, hal yang didapat dari kegiatan kemarin adalah aku mendapatkan beberapa ilmu dari pak feri. Jadi pak feri itu menurut aku orangnya asik dan juga aku bisa langsung akrab mengobrol dengannya jadi aku taka ada rasa malu dan apa-apa. Jadi selama perjalalan disana tracknya terkadang berlumpur dan juga sedikit licin yang aku takutkan adalah ketika pak feri cerita bahwa pernah nemu macan tutul saat sedang off road. Memang aku merasa saat itu tidak ada rasa cape yang gimana karena sejujurnya aku pas itu the aku bawa milo naget jadi nambah energi aku dan juga bawa minum yang cukup. Sejujurnya the ga kerasa juga sih tapi Cuma menikmati hidangan sebutir coklat milo selama perjalanan.

Jadi selama di hutan tersebut kami melewati perkebunan dan area rumah penduduk. Jadi sebelumnya juga kami mendengarkan tentang perkopian yang juga dijelaskan oleh pak feri. Awalnya aku tidak mengerti tetapi ada lah yang aku nangkep dari penjelasan pak feri sedikit. Tapi setidaknya aku bisa mengenali perkopiaan, seperti perbedaan kopi arabica dan robusta.

Memang pengalaman aku di hiking ini cukup seru dan sedikit pegel kakinya, jadi yang membuat aku terkadang terspleset, sebenernya salah aku juga karena memilih sepatu yang bawahnya lalus tidak bergerigi. Jadi juga saat perjalanan pulang aku melihat 2 nenek yang membawa kayu turun dari hutan. Jadi menurut cerita dari pak feri aku kebanyakan orang-orang disana adalah para pekerjanya kebanyakan petani ataupun lainya. Selama disana juga tumbuhan kopi sebagai mata pencahariannya juga tetapi selain itu juga orang-orang pedesaan juga suka menanam waluh. Jadi tidak usah heran kalau kita menemukan nenek nenek naek turun hutan. Tak hanya itu kami juga abis itu pergi ke tempat proses pembuatan biji kopi. Disana juga perasaan aku sedikit aneh karena memang kita disana juga sebagai pendatang jadi aku lupa juga untuk menggunakan masker, tiba-tiba aku juga ke ingetan bahwa aku juga bawa masker di saku, dan ternyata benar ada jadi aku pakai maskernya buat jaga-jaga covid. Aku juga baru tahu bahwa terdapat macam-macam kopi berasal, misal dari kotoran luak, dari tanaman dan juga dari ceri yang menghasilkan green bean, yang nantinya akan di proses dan menghasilkan biji kopi pilahan. Disana juga aku belajar bahwa brand kopi sasetan itu the bukan dari biji pilihan berkualitas, melainkan dari biji kopi rijekan.

 

You May Also Like