AES5 appeal to nature : Petualangan Ijal dan Awan di Kampung Hujung
Adrien gry
Wednesday September 14 2022, 11:30 AM

Hari ini menjadi petualangan seru Ijal dan Awan berpetualang ke hutan belantara. Mereka memulai perjalanan dari kota ke kampung hujung selama 2 jam. Mereka menebeng truk pengangkut kayu  yang ingin balik ke kampung. Setelah sampai di kampung, mereka lanjut berjalan melintasi perkebunan kopi. "Udara di sini sangat segar"  sahut Ijal. Di pertengahan kebun kopi mereka menemukan anggrek hutan, Awan langsung memanjat pohon itu dan mengambil anggrek retusa "lumayan buat dijual Jal" Sahut Iwan. Mereka terus berjalan dan juga menemukan buah markisa yang tumbuh liar di pinggir kebun kopi. Merek memetik markisa itu dan dengan lahap memakan markisa.

Rencananya hari ini mereka ingin bermain ke bukit yang setahun lalu mereka daki. "Kita perlu tenaga untuk mendaki bukit itu Wan" kata Ijal. Untungnya Awan membawa 2 bungkus indomie instan dan korek api. "Gimana makannya gak ada mangkoknya Jal". Ijal berkeliling di pinggir kebun dan menemukan bambu. Bambu itu langsung dipotong dan dijadikan wadah untuk makan indomie. Dengan semangat Awan mengumpulkan kayu kering. Mereka langsung menyalakan api dan menaruh wajan uang mereka bawa. Ijal memasukan air dari sungai "Air dari alam itu bersih" sahut Ijal sambil menuang  air ke wajan. "Setelah air nya panas baru mie nya dimasukan gess" teriak ijal. Ternyata suara Ijal membuat monyet di hutan melihat mereka dari kejauhan. "Wah ada monyet", sahut Awan. Sambil menunggu mie nya matang, Ijal dan Awan memandang pemandangan yang indah. "Mie nya matang" Sahut Awan. Ijal dan Awan mencampur bumbu indomie dan memakan lahap indomie di batang mambu yang mereka buat sambil menikmati alam di kampaunag hujung. "Alam memang menydiakan segalanya" kata Ijal.

Setelah makan kenyang, mereka memadamkan api dan lanjut berpetualang ke bukit. Setelah setengah jalan mendaki bukit, Awan kelelahan, Jadi mereka beristirahat dulu. "Wan kenapa kau ngos-ngosan naik bukit baru setengah jalan aja udah lelah?" sahut Ijal. "Aku bukan monyet yang gak pernah lelah Jal" teriak Iwan. Setelah  istirahat mereka lanjut mendaki lagi dan setelah setengah jam mereka sampai dibukit yang mereka tuju. Mereka pun bermain di mata air dan menikmati alam rimba. "Alam memang sudah memberikan segalanya dan Tuhan sudah memberikan logika natural" Awan.