
Mari ke desa! sekarang long weekend dalam rangka hari Kemerdekaan Amerika. Lumayan libur 3 hari, dan saya baru masuk kerja lagi hari Selasa. Nah kesempatan ini saya pakai untuk keluar kota pergi ke desa! Ya bukan desa-desa banget sih, Kota kecil lah. Tempat favorit saya dan ibunya Kano namanya Golden, sekitar 73 miles (211 Km) dari Fort Collins atau kurang lebih 1 jam 15 menit perjalanan. Memang lebih jauh kalau dibandingkan dengan Bandung ke Jakarta yang sekitar 150 Km-an. Tergantung ke daerah mana di Jakartanya, tapi karena kondisi jalan di sini lebih lancar jadi bisa ditempuh dengan waktu yang jauh lebih singkat.
Saya sangat menikmati berkendaraan di sini karena jauh dari rasa kesal yang disebabkan oleh pengguna jalan yang seenaknya, di sini semua teratur dan cenderung jalanan lengang. Sambil mengemudi bisa menikmati pemandangan pegunungan, jalan yang berliku-liku diantara bukit-bukit yang dipenuhi dengan pohon-pohon pinus yang sangat hijau. Di sepanjang jalan juga bisa menikmati sungai kecil yang jernih dan selama musim panas ini ramai dipergunakan orang-orang untuk arung jeram. Sepanjang jalan bisa juga dilihat banyak kendaraan yang parkir sementara pemiliknya hiking atau memancing. Tidak hanya kendaraan kecil, tapi juga Camper Van ada di mana-mana. Alam menjadi tempat yang ramai dikunjungi.
Jam makan siang kami mampir di warung makan Thailand. Di sini ada yang namanya Crispy Basil Chicken. Ayam digoreng krispi lalu diaduk dengan bumbu yang manis, sedikit asam dan gurih lalu ditaburi daun basil yang digoreng hingga sangat renyah. Cocok sekali dinikmati dengan nasi putih yang hangat dan Pad Thai. Sambil menunggu makanan tiba kami juga memesan Thai Ice tea dan Mango Mojito yang ditemani dengan Nam Tok (salad daging sapi dengan daun mint) dan Crispy Curry Pocket (semacam lumpia tapi isinya rasa kari dan dibungkus berbentuk segitiga)

Sesudah makan kami perhatikan di jalan raya banyak sekali mobil klasik berseliweran. Iseng-iseng saya tanya waiter dan dia bilang setiap Sabtu pertama selalu ada semacam event mobil klasik. Semua orang yang memiliki mobil klasik keluar rumah. Hampir di semua tempat parkiran supermarket, McDonald, Starbuck hingga Bank dan bengkel, penuh dengan mobil kuno yang sudah dibangun kembali parkir. Sementara ada ribuan penduduk yang santai membawa kursi dari rumah masing-masing duduk di pinggir jalan menyaksikan mobil mobil kuno yang berseliweran tiada hentinya. Ada ratusan jumlahnya yang keliling di jalan raya belum lagi yang terparkir.

Saya memutuskan untuk berhenti di salah satu tempat dan keliling-keliling sambil mengambil foto. Ratusan mobil dari awal tahun 1900-an berjejer di sana sini. Satu saat saya melihat mobil Nash Lafayette tahun 1937 berwarna ungu tua. Ngobrol dengan pemiliknya yang berusaha membangun mobil itu selama 30 tahun! "I only bought the shell 31 years ago, and started to rebuild it little by little until it's done. I even painted it myself. It is with pride and Joy!" Ceritanya dengan sangat bangga. Mobil ini sangat indah! Bahkan ada tatto mobil itu di kedua lengan pemiliknya! Dengar-dengar harga mobil ini jika dijual jauh di atas 100 ribu, sebab yang biasa saja sudah sekitar 80 ribu! Bukan main!

Saya baru saja tahu bahwa setiap hari Sabtu pertama event ini selalu diadakan. Bulan depan saya berencana akan kembali lagi ke kota ini dan akan menghabiskan waktu sepajang hari menyaksikan kenadaraan-kendaraan kuno. Pokoknya ini keren sekali walaupun saya sama sekali buta mengenai kendaraan-kendaraan klasik, tapi memang indah untuk dilihat. The first day of my long weekend is well spent!***