AES23 - telat semenit
Ara Djati
Wednesday July 17 2024, 12:37 PM
AES23 - telat semenit

Jam 9 adalah waktu yang tidak lazim untuk memulai sekolah. Terasa terlalu siang, berbeda dengan di SMP. Itu kenapa aku berangkat hampir telat.

Kami berkumpul di perpus untuk buka kelas dan perkenalan. Kami diminta mengambil proyektor, lalu kami mencari proyektor, lalu kami menemukan proyektor, lalu kami mengangkut proyektor, tapi ternyata proyektornya tidak jadi dipakai.

Film yang kami tonton adalah sebuah biografi tentang Soe Hok Gie, seorang penulis Tionghoa yang aktif di masa transisi Orde Lama ke Orde Baru. Film ini memuat berbagai sudut pandang dan nuansa kemanusiaan dari mata Soe Hok Gie. Dia digambarkan sebagai sosok yang tahu apa yang dia mau, dan akan selalu membela apa yang dia rasa benar. Di tengah pergolakan politik mahasiswa, dia tetap lurus mengikuti jalannya. Dia tidak setuju dengan politik yang membeda-bedakan agama, golongan, dan ras — sesuatu yang hingga kini masih banyak bermunculan.

Film ini panjang dan bagiku terasa personal — seperti kita sungguh-sungguh membaca catatan hariannya — dan berakhir dengan teks pendek tentang kematian Soe Hok Gie di puncak Semeru. Kata-katanya dan hidupnya sayangnya masih relevan di masa kini.

Setelah film berakhir, kami berpisah berdsarkan kelas masing-masing. Kami diminta berkumpul pukul 12.11. Aku dan beberapa yang lainnya jajan untuk makan siang, sambil mengamati sekolah dan tur kecil. Tiba-tiba sudah 12.11! Kami berlari cepat-cepat (susah karena terhalang anak TK) dan sampai di perpus, telat semenit. Agak malu karena baru hari pertama sudah telat hehe