AES127 - Kapan-kapan
Ara Djati
Tuesday May 26 2026, 4:38 PM
AES127 - Kapan-kapan

Tidak terasa hanya seminggu kurang tersisa dari waktu kami di sini. Tiap hari rasanya ada kerjaan ide baru yang muncul, yang kapan-kapan akan dikerjakan.

Aku belum menyelesaikan keranjang anyamanku. Aku perlu minta diajari Pak Yadi atau Bu Ud cara membakar dan menuntaskannya. Aku ingin membawanya pulang dan memodifikasinya jadi ransel kecil. Keranjang anyaman membuatku ingat tentang Pak Aspuri. Kami pernah janjian mengunjunginya, tapi rumahnya selalu tertutup, motornya selalu tak terparkir di depan. Kapan-kapan harus dicari.

Mau ke sawah sekali lagi, belajar memanjat batang kelapa, mengambil degan, membukanya sendiri. Menghadiri latihan kuda lumping di rumah Mbah Dhio di dusun sebelah. Belajar main gamelan. Mau ke Parakan. Ke sanggar kuda lumping. Jalan-jalan di Temanggung.

Butuh oleh-oleh banyak untuk di Bandung. Gelas bambu. Beli keripik singkong, dan kerupuk mokaf, yang banyak! Beli bubuk kopi. Entho cothot untuk stok di rumah. Pesawat bambu buatan Pak Muh. Masih belum juga mengenal nama semua orang yang tinggal di semua rumah satu-persatu.

Banyak sekali yang belum terkerjakan, yang belum diketahui, yang belum dilakukan. Tapi waktu kami di sini tinggal sedikit sekali. Mungkin aku bisa melakukan ini semua, kapan-kapan nanti.