AES 174 Refleksi Proyek Minat
Akhir-akhir ini aku sedang menemukan minat baru ku yaitu coding. Mungkin sedikit cerita pengalamanku mengenai coding ini. Beberapa waktu lalu aku sempat benci dan selalu bilang tidak pada saat orang-orang sekitar menyarankanku untuk belajar Coding. Karena sempat aku belajar coding namun aku tidak merasa enjoy dan tertantang. Banyak nonton tutorial di YouTube tapi kok hasilnya berbeda. Itu yang membuat aku malas dengan dunia coding, typo dari titik ke koma saja membuat kode tersebut error dan berantakan. Pada saat itu aku cukup tertarik dengan yang namanya game development, sehingga aku mencoba belajar membuat game. Mulai dari mendesain karakternya, hingga codingnya itu sendiri. Susah.
Selama di K11 kemarin aku mengambil topik design sebagai proyek minatku, karena aku merasa bahwa aku sedang enjoy dan tertarik dengan dunia desain. Rasanya sangat satisfied kalo liat desain-desain yang keren. Aku juga termasuk anggota yang paling sering mengambil tugas mendesain di kelas. Aku juga merasa bahwa aku memiliki skill dalam mendesain ini. Mengapa aku merasa bahwa aku memiliki skill untuk mendesain? Pertama aku tidak pernah belajar yang namanya mendesain. Aku lebih banyak mencari referensi dan inspirasi selama aku mendesain. Aku hanya belajar toolsnya saja, seperti contohnya InkScape, Photoshop, dan lain-lainnya.
Aku memiliki topik desain yang dimana desain adalah zona nyamanku, dan topik kesehatan mental yang dimana bukan zona nyamanku. Di Awal proyek aku banyak merasa bahwa proyek yang aku pilih ini gampang, bukan merasa tertantang. Entah aku merasa optimis pada saat itu atau bahkan meremehkan proyek ini. Karena aku merasa bahwa proyek yang aku pilih ini gampang, aku jadi banyak menunda pekerjaan. Mulai dari mengontak mentor, hingga memulai riset. Jika aku lihat sekarang aku merasa bingung, kenapa hasil risetnya sedikit dan tidak menyeluruh. Atau bahkan kurang unik karena hasil risetku hanyalah sekedar informasi-informasi umum, yang semua orang juga tahu. Lalu desain yang aku buat juga kurang banyak effortnya, masih terlalu pas-pas an. Setelah proyek ini selesai aku merasa menyesal telah memilih proyek ini. Karena semuanya tidak sesuai dengan apa yang aku mau. Mungkin ide yang aku berikan cukup baik namun hasil outputnya tidak semaksimal itu.
Apa saja yang tidak sesuai dengan perkiraanku? Yang pertama adalah design, dari yang biasanya aku mendesain dengan gaya yang minimalist sekarang aku harus keluar dari zona nyamanku tersebut, aku harus membuat desain yang bisa dibilang menggunakan banyak ilustrasi dan warna-warna yang mencolok. Dari segi desain aku sudah keluar dari zona nyamanku. Dan yang diawal aku rasa aku hanya perlu membuat poster dan menyebarkan nya begitu saja, aku malah diberi tantangan lebih untuk membuat tools cara mengurangi “mood swing” tersebut, sehingga akhirnya produk akhirku ada 2 yaitu poster pengenalan apa itu mood swing untuk anak-anak, dan jurnal yang didesain + cara pengisiannya yang unik. Aku lebih merasa puas dengan hasil jurnal mood nya dibandingkan poster yang aku buat. Pertama kali desain nya lebih menarik dan yang kedua adalah cara pengisian jurnal tersebut yang berbeda dari jurnal-jurnal biasanya.
Jadi pelajaran yang bisa aku ambil dari proyek mandiri ini adalah untuk tidak menyesal dengan apa yang sudah kami pilih. Karena mungkin pada saat itu memang minatku adalah desain namun setelah mendalami desain lebih lanjut, aku jadi tahu bahwa desain bukanlah jalan ninjaku.