Hai teman-teman, apa kabar? Malam ini aku lagi-lagi gak bisa tidur, bukan karena kopi bukan juga karena scrolling media sosial sampe lupa waktu, tapi karena otak aku tiba-tiba kepikiran sesuatu yang… ya Tuhan bikin aku gak bisa merem! Aku kepikiran soal titik. Iya titik yang kecil-kecil itu, yang biasa kita gambar pake pensil di kertas. Dan seperti biasa, kalau aku udah kepikiran sesuatu aku harus tuangin ke tulisan biar otak aku lega. Jadi mari kita ngobrol santai soal titik, sambil aku ceritain apa yang ada di kepala aku tadi malam.
Jadi gini, aku inget pelajaran geometri waktu sekolah dulu. Guru matematika aku pernah bilang, “Garis itu adalah kumpulan titik-titik yang saling berdekatan dan membentuk jalur lurus.” Aku dulu cuma mengangguk, “Oh oke, paham.” Tapi tadi malam, entah kenapa aku tiba-tiba nanya ke diri sendiri: “Terus, titik itu sendiri apa, sih?” Maksudnya kita tahu garis terdiri dari titik-titik, tapi titik itu… apa hayo definisinya? Apakah titik itu kumpulan atom? Atau semua partikel yang ada di bumi ini sebenarnya kumpulan titik-titik yang di dalamnya ada atom? Aku bingung sendiri, dan akhirnya malah makin gak bisa tidur.
Aku coba inget-inget lagi pelajaran geometri, kalau gak salah menurut Euclid bapaknya geometri dia bilang titik itu adalah “sesuatu yang tidak punya bagian”. Artinya titik itu gak punya panjang, gak punya lebar, gak punya tinggi. Dia cuma… ada keren, ya? Sesuatu yang gak punya dimensi, tapi keberadaannya jadi fondasi buat semua hal di geometri. Garis terbuat dari titik, bidang terbuat dari garis, ruang terbuat dari bidang, dan seterusnya. Jadi titik ini kayak pahlawan tanpa tanda jasa gitu, kecil banget tapi perannya besar banget.
Tapi otak aku gak berhenti di situ, aku mulai mikir lebih jauh. Kalau di dunia nyata, apa sih titik itu? Misalnya aku ambil pensil dan bikin titik di kertas, itu kan sebenarnya bukan titik murni karena pasti ada ukurannya sekecil apa pun. Terus aku kepikiran soal atom. Kalau menurut ilmu fisika, atom itu kan partikel terkecil dari suatu unsur yang masih punya sifat kimiawi. Jadi apakah titik itu sebenarnya atom? Atau atom itu kumpulan titik-titik? Aku bingung lagi, dan otak aku mulai muter-muter kayak roller coaster.
Aku coba googling sebentar, dan ternyata ada penjelasan yang menarik. Dalam geometri titik memang cuma konsep abstrak, sesuatu yang kita anggap ada tapi gak bisa diukur. Tapi kalau di fisika, konsep titik sering dipake buat nyederhanain sesuatu. Misalnya dalam mekanika, kita sering bilang “partikel” itu dianggap sebagai titik massa artinya kita abaikan ukuran dan bentuknya biar gampang dihitung. Jadi partikel itu bukan titik beneran, tapi kita anggap sebagai titik biar hidup lebih mudah. Nah atom sendiri? Atom itu bukan titik, karena atom punya struktur ada proton, neutron, elektron, dan bahkan partikel yang lebih kecil lagi seperti quark. Jadi atom itu jauh lebih kompleks daripada titik dalam geometri.
Tapi aku masih penasaran, aku mikir kalau kita zoom-in bumi ini sampai ke level terkecil apa yang kita lihat? Partikel-partikel kecil, atom, quark, dan seterusnya. Terus, apakah semua itu bisa kita bilang kumpulan titik-titik yang… entah, jadi satu? Aku tiba-tiba inget konsep di filsafat ruang dan waktu, yang bilang kalau ruang itu sendiri bisa dianggap sebagai kumpulan titik-titik dalam dimensi tertentu. Jadi mungkin aja, ya semua yang ada di alam semesta ini termasuk atom bisa kita bayangin sebagai bagian dari “titik” dalam skala yang super abstrak.
Di titik ini (eh maksudnya, di pikiran ini), aku mulai ngerasa kepala aku pusing. Aku sadar, aku udah masuk ke wilayah yang terlalu dalam buat otak aku yang cuma pengen tidur. Jadi aku putusin buat berhenti mikir, ambil segelas air, dan coba merem lagi. Tapi sebelum aku tidur, aku sempet nulis di catatan: “Titik itu kecil, tapi bikin orang takut mikir. Mungkin titik adalah cara alam semesta bilang ‘Aku sederhana, tapi kamu yang bikin ribet.’”