Tinggal beberapa jam lagi sebelum hari kerja saya minggu ini berakhir dan memulai masa istirahat di akhir pekan. Pekerjaan saya sudah selesai semua, hanya menunggu waktu pulang dengan memikirkan apa saja yang harus saya siapkan agar selama saya cuti minggu depan semua unit yang merupakan tanggungjawab saya dapat tetap berjalan dengan lancar dan tanpa masalah.
Di kantor saya memang berbagi tempat dengan 7 rekan kerja lainya. Boss saya, 2 orang supervisor untuk custodian, seorang manager untuk bagian utility, seorang manager food safety, resident director yang mengurusi para mahasiswa yang tinggal di asrama, dan rekan kerja saya yang sama satu level. Siang hari biasanya hanya saya dan 2 orang supervisor untuk custodian dan Garret, manager food safety. Rekan saya yang lain biasanya berada di unit yang merupakan tanggungjawabnya, sementara boss kadang bekerja secara remote.
Nah siang ini, salah seorang custodian supervisor yang jadwal kerja sore dan malam tiba di saat tengah hari. Orangnya besar dan sangat malas karena dia biasa menghabiskan waktu kerjanya duduk di kantor. Barusan saja dia tiba, dan beberapa menit kemudian langsung terdengar suara ramai dari sebuah film yang dia tonton. Saya langsung merasa terganggu dan agak jengkel. Ini merupakan salah satu bentuk dari korupsi! Bukannya kerja malah duduk diam di kantor dan nonton film. Digaji tinggi pula!
Sepertinya orang seperti ini sudah tidak mempunyai hati nurani. Ataupun kalaupun dia memilikinya, sudah tidak bekerja dengan baik. Corrupted! Dalam kehidupan profesional, setiap orang perlu menegakkan nilai-nilai dasar seperti kejujuran, harga diri, keadilan, etika kerja yang baik dan sebagainya, terutama ketika ada tekanan untuk melihat ke arah lain. Tidak jarang kita dipaksa untuk melakukan sesuatu yang bertentangan dengan hati nurani, atau jika tidak dipaksa, kita tergoda untuk melakukan itu. Nah di sini kekuatan untuk mempertahankan nilai-nilai yang kita pegang teguh harus dipertaruhkan. Mereka yang mempunyai kelemahan dalam mempertahankan nilai-nilai seperti ini akan terjerumus dalam hal-hal yang menyedihkan. Contohnya ya pekerja yang saya sebutkan di atas tadi.
Dasar-dasar nilai dalam kehidupan memang mulai dibentuk sejak kecil. Karakter yang kuat merupakan hasil dari pendidikan yang bermutu entah di rumah maupun di sekolah. Ini yang saya perhatikan benar-benar. Contohnya saja Kano, maaf karena dia mungkin salah satu orang terdekat dalam keluarga yang selalu saya perhatikan, sehingga sering dijadikan contoh. Kano selalu berkata,"Don't worry, Dad. Tell everybody that I have a great working ethic just like you." Dan dia tidak hanya bicara, tapi sudah dia buktikan. Tiba di tempat kerja tepat waktu, bahkan seringkali jauh lebih awal dan bekerja dengan sangat tekun. Tidak heran saya sering mendengar banyak pujian. Saya yakin karena dia mempunyai conscience yang mumpuni. Dari mana? Saya bisa bilang dari pendidikan dia sejak kecil. Karakter yang kuat tidak timbul begitu saja seperti bermain sulap, tapi dengan melalui banyak proses belajar, bimbingan, melihat contoh dari role model, dan sebagainya. Itu terjadi di Sekolah, di rumah dan di masyarakat. Mudah-mudahan saja dia terus teguh dalam mempertahankan suara hatinya yang sejauh ini sudah berjalan dengan baik.
Lalu bagaimana dengan orang yang di atas saya sebutkan tadi? Saya tidak tahu. Suara hati juga bisa padam jika terus menerus diabaikan. Kalau kita sering melanggar, lalu menjadi nyaman dan berubah menjadi kebiasaan, maka suara hati bisa tidak berfungsi lagi, lalu hal yang salah bisa dianggap merupakan hal yang wajar. Contohnya ya para koruptor itu. Itu karena corrupted conscience! Suara hatinya menjadi lemah dan tidak berfungsi dengan baik, lalu ya terjadilah hal-hal yang tidak perlu dicontoh.