Aku selalu mengeluh, kenapa hidupku tidak bahagia…
Aku selalu bertanya, kenapa Tuhan tidak mengabulkan doaku…
Aku selalu mencari, dimanakah bahagia berada?
Diskusi Jumat sore itu, menyoal bahagia sejatinya ada di dalam diri, jauh di dalam diri… Maka, carilah ke dalam diri.
Dan, untuk menjadi bahagia… Itu pilihan! Dalam kondisi apapun, bisa selalu bahagia… Tanyakan itu ke dalam diri, perintahkan diri untuk selalu bahagia… Kuncinya hanya satu… Selalu berSYUKUR!!!
(^o^)/
Sedikit cerita, suatu hari saat pelatihan di sebuah perusahaan. Seorang HRD bertanya kepada semua karyawan, "Apa yang anda inginkan dari perusahaan tempat anda bekerja?". Sontak hampir semua yang hadir disitu menjawab, "Naik gaji!"
Dengan santai HRD tersebut berkata, "Rekan-rekan, jika perusahaan menaikkan gaji anda 5x lipat, bahkan 10x lipat, apakah akan cukup? Saya yakin tidak. Semakin besar gaji anda, semakin tinggi juga kebutuhan untuk memenuhi lifestyle anda, karena sifat dasar manusia tidak pernah puas." Dan semua peserta terdiam.
Masuk akal… Manusia memang takkan pernah puas, karena hilang rasa syukurnya. Bagaimana mau bahagia… Semua akan serba kurang, semua akan serba tak cukup, semua akan serba jadi alasan untuk mengeluh…
(^。^)
Teringat sebuah buku berjudul "Saga no Gabai Bachan" (Nenek Hebat dari Saga). Buku ini mengambil latar setelah pemboman Hiroshima, bercerita tentang Akihiro yang tinggal bersama neneknya, mereka hidup memprihatinkan. Namun, sang nenek selalu punya ratusan akal untuk meneruskan hidupnya. Dengan ide-ide cemerlang dari sang nenek, kehidupan mereka jalani dengan penuh tawa.
Berikut saya tuliskan beberapa pesan Nenek Osano tentang hidup yang bahagia…
Hidup itu selalu menarik. Daripada hanya pasrah, selalu coba cari jalan!
Kebaikan sejati dan tulus adalah kebaikan yang dilakukan tanpa diketahui orang yang menerima kebaikan.
Pelit itu payah! Hemat itu jenius!
Berhentilah mengeluh "panas'' atau "dingin". Musim panas berutang budi pada musim dingin, demikian juga sebaliknya.
Saat jarum jam dinding berputar ke kiri, orang akan menganggapnya rusak dan membuangnya. Manusia pun tidak boleh menengok ke belakang, terus maju dan maju, melangkah ke depan!
Kau tidak butuh celana renang untuk di laut! Berenanglah dengan kemampuanmu sendiri!
Sampai mati, manusia harus punya mimpi! Kalaupun tidak terkabul, bagaimanapun itu kan cuma mimpi.
Hiduplah miskin mulai dari sekarang! Bila sudah kaya, kita jadi berpelesir, jadi makan sushi, jadi menjahit kimono. Hidup jadi kelewat sibuk.
(^_^)
Hihihi… Lucu juga pesan dari nenek Osano. Intinya, bagaimanapun kondisinya, tetaplah bahagia!!
Salam,
Posted by Fifin Agustini S on June 14, 2021 at 9:01pm