Setelah menyimpulkan secara teoritis dan cocoklogi ala Kak Leo pada tulisan pertama saya terkait algoritma kehidupan, saatnya memperkuat teori cocoklogi tersebut.
Rekan-rekan... Apakah anda pernah mengalami kemalangan bertubi-tubi, kesedihan yang berkelanjutan, atau bahkan kebahagiaan yang dating terus-menerus tanpa diundang? Semua terjadi bukan karena kebetulan... Tetapi merupakan umpan balik resonansi energi yang kita sampaikan kepada semesta.
Seorang bijak pernah berkata, 'Kamu adalah pikiranmu', 'Jika ingin tahu karakter seseorang, lihatlah dengan siapa dia bergaul'.
Seorang Banthe pernah menyampaikan pesan kepada saya sekitar tahun 2011 silam, "Jika kamu ingin kehidupanmu penuh kebajikan, maka bergaulah dengan orang-orang bijak. Karena kebajikan akan kamu dapatkan dari mereka."
Kemudian membuatku berpikir, bahwa bagaimana kehidupan yang saya Jalani, dulu, kini, dan nanti tidak terlepas dari apa yang dipikirkan selama ini. Saya selalu berpikir bahwa saya lemah, saya tidak mampu, hal itulah yang akan terjadi. Namun, ketika saya berpikir bahwa saya mampu, saya punya potensi, saya dikasihi, maka itulah benar adanya yang terjadi. Manifestasi pikiran begitu besar dampaknya pada apa yang terjadi di kehidupan nyata.
Website, sosial media, dan lainnya mengumpulkan data melalui algoritma komputernya, seolah tahu betul apa yang kita idamkan... Tetapi, saya pernah berpikir suatu hari, ketika saya sedang memikirkan sesuatu, saya pasti selalu tanpa sengaja menemukan sesuatu yang mengarahkan kepada jawaban yang saya cari... Gilak!! Komputer seperti bisa membaca pikiran saya!!
Semuanya adalah energi, pikiran Anda memulainya, emosi Anda memperkuatnya, dan tindakan Anda meningkatkan momentum!
Saya menemukan gambar itu di feed Instragram, ketika tepat saya berkumpul dengan Tim DISADA, dan Kakak-Kakak untuk menutup kegiatan Rampai Gerak Smipa 2023 di Bengkel hari Kamis pekan lalu.
Pikiran saya langsung tertuju ke minggu-minggu dimana saya galau apakah saya mampu meneruskan proses saya bersama kelompok tari, Kak MJ, Kak Wiwit, dan Kak Vinda. Saya sempat tertinggal beberapa pertemuan latihan, saya merasa bahwa saya mungkin akan mengacaukan prosesnya, dan saya sempat berpikir untuk mengundurkan diri dari kelompok. Namun, saat saya berdiskusi, mereka memberi semangat untuk saya meneruskan prosesnya.
Kepercayaan yang orang lain berikan pada saya terkadang lebih besar daripada kepercayaan yang saya berikan kepada diri sendiri. Dari situlah, saya memutuskan, Oke! Saya bisa! Saya akan kejar latihan saya yang tertinggal. Dan, Ajaib! Saya bisa berproses sampai akhir pertunjukkan.
Semuanya adalah energi, pikiran Anda memulainya, emosi Anda memperkuatnya, dan tindakan Anda meningkatkan momentum!
Algortima kehidupan bisa diciptakan! Anda ingin sedih? Bahagia? Pilihan serta keputusan ada pada Anda! Mulailah ciptakan algoritma kehidupan yang diinginkan!
Salam,
wah mantap ka Fin..