Secara font, kali ini akan berbeda dengan tulisan biasanya. Secara warna pula.
Hari ini kegiatan sekolah Offline dimulai (bagiku). Rasanya sudah lama sekali, tidak melihat dan berkegiatan pada ruang yang sekolah sediakan. Semuanya datang hari ini, dan kegiatannya pun bisa berkesan.
Selama kegiatan offline, hal yang paling berkesan adalah interaksi yang terkandung di dalamnya. Kalau kegiatan daring biasanya, setelah berkumpul lewat google meet; kita semua melaksanakan kegiatan masing-masing yang bisa dilakukan juga oleh masing-masing. Maupun dikerjakan bareng-bareng, tetapi keterpisahan itulah yang memisahkan kita satu sama lain, di dunia nyata. Komunikasi palingan, hanya melalui chat dan juga suara secara jauh. Ngobrol dan lain-lain, tidak bisa se-intens dan secepat secara langsung, terutama hubungan timbal baliknya. Bahkan kalau yang ekstrem, malah jadinya hanya mengobrol sesuai kebutuhan (misalnya project) dan tidak ada lainnya.
Mata kita pun capek saat berkegiatan online, diperlukan istirahat setiap beberapa lama. Sementara kalau offline, bisa tiada habisnya asalkan kita sendiri jangan ngantuk duluan.
Pokoknya, kegiatan offline itu berkesan banget. Saat dulu-dulu sekolah itu selalu offline, kita sudah menganggapnya sebagai rutinitas dan sudah biasa dalam melakukannya. Justru karena kebiasaan tersebut, kita ingin sesuatu yang baru, suatu variasi, sehingga tidak bosan. Saat offline K9, aku lumayan merasa kelasnya itu berat (Kak Agni dan Kak Robert) karena memang bebannya lebih dari yang sebelumnya aku pernah capai. Mulai kegiatan online, aku malah senang saat itu, karena menganggapnya lebih mudah dan lebih variatif, serta saat itu aku juga menganggap bahwa kegiatan sekolah yang ada akan lebih pendek secara jangka waktu.
Ternyata, 1 tahun lebih menjalaninya, aku malah menjadi terbiasa dan akhirnya bosan. Bosan, karena di rumah aja. Tadinya, jarang-jarang di rumah karena sudah menjadi kebiasaan udah tiap hari pergi kesini kesana. Semenjak online, hal ekstrem yang diambil ialah selalu di rumah, jarang-jarang pergi. Karena itu, betah nya pun ganti. Kedua: bosan karena sekolah di rumah itu interaksinya tidak ada-an. Bertemu teman melalui online saja, tidak ada mengobrolnya. Kebanyakan dari kita sekarang, malahan lebih ingin offline daripada online, kan? Toh sebetulnya hal yang lebih mudah pada online, yaitu waktu tidur bisa bangun lebih siang (wkwk), ujian lebih gampang dan bisa mencontek (kalau di sekolah umum), dan juga bisa sambil nge-hp. Dasar generasi zaman sekarang.
Kepuasan itu tidak akan pernah tercapai. Tidak akan pernah, karena selalu akan menjadi bosan jika dilakukan berulang-ulang. Sekolah online maupun offline, masing-masing memiliki manfaat dan juga pro kontranya. Kalau online saat ini dirasa bosan, coba refleksikan; apa reaksimu saat sebelum ada pandemi, masih offline? Apakah merasa bosan juga, barangkali? Kalau pada situasi itu merasa bosan, memang artinya kita itu tidak pernah men-syukuri apa yang ada. Kalau saat itu aku tahu, bahwa nanti sekolah online akan boring, maka aku akan lebih appreciate sekolah offline selagi masih ada. Meskipun terkesan biasa saja, namun saat diputarbalikkan akan tidak terasa biasa saja, dan akan dikangeni.