AES080: Kejutan
haegenquinston
Wednesday November 17 2021, 4:58 PM

Apabila ada sesuatu ide atau keinginan yang terlintaskan, apakah kita sendiri ingin langsung mendapatkan kesenangan dan pengalamannya? Misalnya, mengunduh game baru. Kalau aku sendiri menemukan game baru yang mengasyikkan (menurut pendapat orang lain) dan aku sendiri juga semangat dan tidak sabaran untuk mengunduhnya, sudah pasti aku akan mengunduhnya langsung bila sedang waktu kosong, dan langsung memainkannya. Ada sesuatu yang ingin kita temui, yang membuat kita tidak sabaran.

Kasus lain adalah ketika seseorang sedang berulang tahun. Saat sedang berulang tahun, tentu orang tersebut berharap dan tidak sabaran karena momen yang ada. Faktor lain yang membuat orang semangat saat berulang tahun adalah hadiah, terutama anak kecil. Anak kecil tentunya tidak sabaran untuk membuka hadiah, karena mereka mendapatkan sesuatu yang berkesan. Selain itu, hadiah juga merupakan sebuah kejutan, yang pada awalnya kita tidak tahu apa isinya.

Apa yang lebih baik, menunggu sesuatu sebagai kejutan, ataukah langsung mendapatkan hasilnya tanpa menunggu? Secara jangka pendek, ku rasa, mendapatkan hasil secara langsung itu lebih baik, karena kita sudah tidak sabaran dan ingin tahu. Namun setelah kita tahu/hal tersebut sudah terjadi, momen sudah terlewatkan, akhirnya suasana sudah tidak rame lagi. Karena yang sudah terjadi, tidak bisa diapa-apakan kembali. Misalnya, soal hadiah tersebut. Kita amat semangat sekali apabila berada di masa-masa sebelum 'opening pack' hadiah. Kita saking penasarannya, sudah pasti banyak berimajinasi. Namun setelah kita tahu apa isi hadiah yang ada, sudah tidak asyik lagi. 

Secara jangka panjang, tentu yang lebih baik adalah menunggu dahulu. Mulai dari beberapa menit, jam, bahkan hingga berhari-hari dan berbulan-bulan. Prosesnya itu, yang dinikmati. Hasil yang ada, bisa kita syukuri karena kita rasa 'pantas dengan prosesnya'. Misalnya ulang tahun. Terjadi 365 hari sekali. Kalau kita tunggu dari puluhan hari sebelum, kita akhirnya merasa puas saat sampai di Hari-H, dan kita puas saat membuka hadiah. 

Ada sebuah eksperimen di Yutub mengenai topik ini yang aku tonton. Bedanya seseorang memakan sebuah marshmallow saat langsung disuruh makan, dan menunggu dahulu 15 menit. Tentu awalnya menunggu 15 menit terasa lebih berat daripada makan langsung. Tetapi, di proses 15 menit tersebut (sekalian menahan nafsu makan), subjek video bisa melakukan aktivitas-aktivitas lain sambil menunggu. Misalnya, doa sebelum makan dahulu, melamun sambil berpikir hal-hal lain, juga melakukan pengamatan. Akhirnya, setelah 15 menit berlalu, orang itu memakan marshmallow yang tersedia di meja.

Ada perbedaan dari kedua subjek. Saat ditanya mengenai level ke-enakan dari makanan, orang yang menunggu selama 15 menit, cenderung merasa bahwa makanannya, lebih enak daripada ekspektasi. Maksudku begini, orang pertama misalnya memberikan review 6/10 soal kenikmatan makanan. Orang kedua memberikan review 8/10 ataupun 9/10. Mengapa seperti itu, karena mereka saking tidak sabarnya menunggu, sehingga saat memakan, mereka lebih bersyukur. Karena lebih bersyukur, mereka lebih merasakan rasa makanan lebih enak daripada yang seharusnya. Dan mereka menikmatinya lebih daripada wajar, disertai dengan perasaan dan 'hadiah' menunggu selama 15 menit.

Hari ini, aku mengalami hal yang cukup serupa. Kebetulan aku biasanya mengikuti nilai dari pertandingan basket NBA, yang biasanya terjadi di pagi-siang hari. Kebetulan pula, tadi juga ada pertandingan yang menurutku sangat menarik, lebih menarik daripada biasanya. Aku jelas tidak sabaran untuk melihatnya dan berharap tim dukunganku menang. Tapi, ternyata tidak seperti biasanya (langsung lihat nilai akhir), aku ada kegiatan KPB. Sampai jam 12 pula, dimana pertandingannya sudah selesai. Tidak seperti biasanya, aku memutuskan untuk menunggu hingga sampai di rumah, lalu baru mengecek dan menonton di rumah saja, bersama adik aku yang kebetulan tertarik juga. 

Tentu saat proses menunggu aku tidak sabaran dan agak greget, dan aku menjauhkan diri dari medsos dalam hal tersebut supaya tidak kebocoran. Untungnya, di rumah hal-hal berjalan sesuai dengan keinginanku. Saat melihat cuplikan pertandingan, saking tidak sabarannya aku pun malah menontonnya dengan seru dan lebih adrenalin daripada biasanya. Hal kedua yang kusyukuri adalah, tim dukunganku akhirnya menang, dan tentu kalau sudah begitu, pantas menunggu dan mengoptimalkan kerjaan di sekolah.

Quote of the day: Bersusah susah dahulu, bersenang kemudian.