Terkadang aku suka berpikir, 'Bagaimana sih, kondisi dunia saat ini?'. Pikiran tersebut, memiliki sebuah jawaban yang bisa dibawa kemana-mana. Bisa juga, berubah-ubah. Misalnya, kondisi dunia saat ini adalah pandemi Covid. Kondisi dunia ini, ekonominya sedang tidak stabil. Hal sebagainya yang lain juga bisa, misalnya adalah isu perang saudara/calon peperangan di hari kemudian. Pokoknya, rivalitas dan pihak bertentangan, selalu ada.
Aku juga sering membayangkan, memangnya kapan, Perang Dunia 3 di dunia ini, akan berlangsung? Cukup banyak orang sering mengangkat isu ini. Misalnya, pada saat agresi militer Rusia terjadi terhadap Ukrania pada tahun 2014. Atau juga, peluncuran rudal dari Korea Utara. Mengapa hal-hal tersebut terjadi? Di balik itu semua, negara-negara di dunia ingin saling menghancurkan. Misalnya, negara blok barat vs blok Timur. Perbedaan ideologi, menyebabkan ketegangan, yang akhirnya menyebabkan mereka saling bertempur. Secara tidak langsung mungkin.
Ratusan juta penduduk, berada pada tangan pemimpin-pemimpin negara di dunia. Joko Widodo, Xi Jinping, Biden, Putin, dan banyak lainnya. Perang akan menyebabkan ribuan hingga jutaan nyawa manusia melayang. Hanya untuk melindungi negara, melancarkan agresi, dan melaksanakan apa yang pemimpin dunia inginkan. Politik negara, menurut pendapatku sendiri, secara tidak langsung, kejam. Hal-hal yang tampil baik di mata masyarakat, hal jahat di baliknya secara rahasia dan tidak ditampilkan. Makanya ada agensi-agensi rahasia seperti CIA di AS, tujuannya adalah menyimpan dan menindaklanjuti kegiatan rahasia.
Apa impian dari sebuah negara? Apakah impian negara tersebut adalah untuk mensejahterakan rakyatnya dan berperan penting sebagai fasilitas sebuah negara? Apakah untuk mengatur dan mengkondusif-kan rakyatnya? Atau mungkin, penguasaan dunia dari ideologinya? Memerangi lawan dan berjaya dalam aksi 'kepahlawanan'? Kita tidak pernah tahu.
Andaikan kita memiliki seorang lawan. Lawan ini, mengganggu kehidupan kita sehari-hari, misalnya menentang kita bermain, merebut sesuatu, bersaing, dan lain lain. Apakah kita perlu merenggut nyawanya? Tentu tidak. Kalau ada sesuatu diantara kita, apakah kita perlu gelut dan berkelahi seperti anak kecil? Tentu tidak, seseorang yang dewasa pasti akan mengobrol, mengkomunikasikan, membuat perjanjian. Sama seperti negara. Apa kalau ada masalah kecil, langsung mendeklarasikan perang? Kan nggak. Pasti ada negosiasi yang terjadi, jika ada masalah yang perlu diselesaikan. Jika masalah ini tidak diselesaikan dan malah memicu kedua belah pihak (yang saling menganggap lawannya musuh), apa boleh buat. Perang tidak terhindari, karena masing-masing ingin mencapai tujuannya dengan merenggut lawan. Itulah kenyataan dunia, dari masa zaman dahulu.
Yang kusadari, dari abad ke-17 hingga 20, banyak sekali peperangan dan pertempuran yang terjadi. Diantara banyak kerajaan dan negara. Misalnya, Perang Dunia 1, 2, Perang Dingin, Revolusi Perancis, dan lain lain. Sementara pada zaman seperti ini, jarang dan nyaris tidak ada, konflik-konflik fisik diantara negara. Mungkin zaman ini, kemampuan negosiasi yang ada lebih berkembang ya. Kalau ada konflik pun kecil, misalnya perang Nagarno-Karabakh pada tahun 2020. Apalagi konflik besar, nyaris tidak mungkin terjadi di era ini. Apakah pengorbanan nyawa manusia pantas, untuk tujuan pada pemimpin negara? Apakah ada cara yang lebih baik selama ini, daripada hanya perang seperti barbarian? Jawabannya adalah ada. Itu sebabnya, perang pada zaman kini lebih jarang, karena orang-orang bisa bernegosiasi lebih baik.
Entah ini hanya asumsi atau prediksi ngaco, ini tetap hanya pendapatku saja.