AES100: Pro Kontra Etika
haegenquinston
Friday January 14 2022, 11:31 AM

Pada program kegiatan KPB, kemarin dan hari ini merupakan hari-hari dimana kita belajar mengenai etika melalui Kelas Etika. Etika sendiri, tidak bisa dipelajari. Namun, etika bisa diambil dari pengalaman dan pelajaran dari berbagai situasi.

Dalam forum yang dibahas, aku sangat setuju bahwa etika ada 2 jenis, yaitu yang internal dan external. Etika internal, lebih berkaitan dengan diri sendiri, untuk menyesuaikan dengan keadaan dan lingkungan. Misalnya, untuk memakai pakaian secara formal dan rapi, itu adalah etika yang internal, karena tidak berhubungan dengan sikap orang lain. Kita melakukannya, agar menjaga penampilan diri saat melakukan kegiatan.

Etika dalam menjaga batasan komunikasi merupakan salah satu contoh etika eksternal. Dalam menjaga batasan komunikasi, etika yang perlu kita jaga adalah untuk tidak menyebutkan SARA, untuk memiliki pikiran yang terbuka, dan untuk mengobroli topik yang disukai lawan bicara kita. Kontroversi dalam menyebutkan topik yang berbau SARA, dapat menimbulkan orang lain tersinggung ataupun marah. Pikiran yang terbuka, perlu kita terapkan agar apa yang orang lain berikan bisa bermanfaat.

Namun, etika sendiri bisa jadi kontroversial dan bermuka dua. Pada satu situasi, ada makanan yang jatuh ke lantai. Orang-orang yang saat itu sedang bersama kita, memiliki etika untuk tidak mengambil makanan yang jatuh. Akhirnya, kita tidak jadi ambil karena kita ingin menerapkan etika yang benar. Namun, di sisi lain, saat kita sedang makan bersama orang-orang berbeda lainnya, mereka tidak masalah apabila kita mengambil makanan yang jatuh. karena situasi yang ada, kita bisa jadi menerapkan etika yang saling bertolak belakang ataupun plus minus.

Sebagai seorang manusia, tidak ada etika yang paling benar ataupun salah. Yang ada, baik atau buruk. Bisa tergantung dengan situasi, bisa tergantung dengan lawan bicara. Yang penting, kita bisa mengenal situasi, mengenal orang lain lebih baik, dan juga bisa beradaptasi. Meskipun tidak harus semua nilai-nilai dari etika kita pegang (yang buruk), namun kita akhirnya bisa menyesuaikan diri dengan pengalaman yang kita miliki.