Dulu yang dulu, sudah beda dengan yang sekarang. Apapun yang aku rasakan dahulu kala, tidak sama dengan keadaan saat ini.
Hal yang paling aku rasakan perbedaannya, dengan adanya pernyataan ini, adalah pengembangan daya juang diri. Ketika aku dulu melakukan les belajar piano, rasanya sangat sulit untuk memahami apa yang dikatakan, dan sulit mengembangkan kemampuan diri. Namun saat ini, levelku sudah jauh di atas, dan aku melihat tahapan tersebut bukan apa-apa ketimbang perjuangan belajar saat ini.
COntoh lainnya bisa aku ingat, saat sekitar kelas 3-4 SD, aku disuruh membuat PPT mengenai suatu hal yang ingin aku bahas, tiap minggu. Rasanya sangat sulit dan lama mengerjakannya. Karena membuat power point hingga malam hari, diriku sendiri malah menjadi stressful, khawatir, dan tidak senang, terutama bagian malam hari-nya. Aku juga suka menunda-nunda pekerjaan, karena pekerjaan-pekerjaan yang ada lama kelamaan bosan, aku tidak tahan mengerjakannya.
Saat ini, hal-hal yang seperti itu juga kerap terjadi, misalnya aku malas mengedit video karena lama mengambil waktu. Namun, aku tidak terus-terusan terjebak di lubang yang sama seperti itu. Seringkali (meskipun tidak selalu), aku berusaha fokus di saat perlu fokus, dan mengambil istirahat jika perlu atau memang jadwalnya istirahat. Bahkan, kadang saking seriusnya, aku tidak mengambil istirahat sama sekali, yang membuat orang lain di sekitarku khawatir karena terlalu berpapar laptop.
Meskipun terkadang-kadang aku mengerjakan Atomic Essay dengan setengah hati dan mengalami kesulitan, pegal, capek, di tengah proses, namun aku bisa berjuang dan coba melawan rasa malasku disana.
Jangan jadikan proses sebagai alasan. Percuma kalau beberapa hari dan beberapa bulan mengalami perkembangan yang tidak signifikan, tapi bilang 'itu mah proses, biarin aja'. Jangan berekspektasi perubahan yang instan di suatu proses, tetapi jangan seenaknya perkembangan dikit juga, di sisi lainnya.