Ujian adalah sebuah bentuk penilaian yang diberikan untuk menilai kapabilitas dan kemampuan seseorang. Ujian seringkali dilabelkan sebagai sesuatu yang menyulitkan, sebuah penilaian akhir yang mendeterminasikan kelulusan, dan sesuatu yang bisa menentukan masa depan/hasil yang krusial. Apabila nilai ujian dibawah (sekian) maka dinyatakan tidak lulus (di sekolah-sekolah tipe konvensional biasanya seperti itu).
Di K11 awal semester 2, kami belajar mengenai asesmen. Segala ujian yang telah kusebutkan tadi, merupakan bagian dari penilaian, yaitu asesmen. Di smipa, bentuk asesmen yang dilakukan bukanlah ulangan, melainkan penilaian karakter yang ada di rapot setiap akhir semester.
Sebentar lagi, aku akan melakukan sebuah ujian piano, hal ini cukup mempersulit diriku sendiri. Dengan segala 'kesibukan' yang ada, aku masih perlu latihan untuk ujian ini setiap hari, agar maksimal. Taruhannya tinggi, jika aku gagal, pastinya aku akan kecewa karena sudah bayar biaya pendaftaran sebelum ujian dimulai.
Mengapa ujian ini penting? Sebuah ujian adalah tantangan besar bagiku agar bisa melompat dan melaju ke tingkatan berikutnya. Jika tidak ada penilaian yang dilakukan, maka institusi tidak akan mengetahui tingkat kemampuan kita sudah seperti apa/bagaimana.
Di sisi lainnya, ujian ini bisa sangat bermakna bagiku. Pertama, aku jadi lebih serius untuk belajar saat menjelang ujian. Kedua, ada tantangan bagi diriku sendiri untuk ngomong dengan lancar, sebuah introduksi yang berisi nama, lagu yang akan dimainkan, informasi mengenai teknis kurikulum, dan asal.
Ujian yang aku akan hadapi berbeda dengan ujian biasa yang aku lakukan. Kali ini, aku mengikuti ujian royal Abrsm (berasal dari Inggris) yang berbeda dari ujian Yamaha yang dulu aku ikuti. Tujuan akhirnya, kalau sudah sampai grade 8, bisa masuk kuliah ke UPH, kan lumayan tidak ada salahnya.