It's over, semuanya sudah selesai. Proyek seluruh semester ini sudah habis selesai di presentasi akhir. Di satu sisi senang, dan puas, di sisi lain, kecewa karena sudah berakhir, dan tidak ada kerjaan lagi. Padahal selama ini aku cukup senang mengerjakannya hingga tuntas, terutama proyek Live-in dan Buku.
Apa hal yang bisa kupelajari dari proyek akhir-akhir ini? Mungkin ada orang yang menganggap proyek sebagai beban karena sulit dilakukan atau 'perlu repot'. Tetapi aku tidak menganggapnya seperti itu, karena aku menyadari, aku ternyata menikmati prosesnya dan bisa bersyukur atas apa hal yang telah kucapai. Manfaat seperti kerja lembur mengedit tulisan punya orang, mengikuti kegiatan desa, dan bonding bersama teman-teman, ternyata memiliki kesan yang lebih mendalam daripada apa yang aku kira.
Ada orang yang bilang seperti ini, 'Hal yang kita rasa adalah kekuatannya, ternyata kelemahannya, hal yang kita rasa merupakan kelemahan, ternyata adalah senjata utama'. Perkataan itu mungkin memang benar. Di satu sisi aku bisa melihat, diriku masih belum bisa disiplin dan inisiatif. Setelah beberapa lama ini, hal tersebut bisa menjadi kekuatanku, disitu aku sudah tidak lemah lagi. Buktinya, Buku KPB yang kujadikan merupakan campuran elemen ketelitian, disiplin, inisiatif, niat, kosakata baik, dan daya juang tinggi (banyak sekali revisinya).
Omong-omong, saat aku tahu bahwa Kak Mel akan resign dan tidak menjadi guru di KPB lagi, tiba-tiba aku jadi tidak fokus. Mengapa? Karena aku cukup terkejut akan perasaanku mengenai situasi tersebut. Di 1 sisi, Kak Mel sudah menjadi pembimbing kami selama 2 tahun, cukup banyak perkembangan dan perubahan yang kami alami berkat beliau. Di sisi lain, hal yang kurasa Kak Mel merupakan seorang 'kakak' biasa saja, kenyataannya, ada banyak kesan pesan dan pengalaman yang kami alami bersama.
Saat Kak Mel bilang, sehabis presentasi akhir semua ini sudah selesai. Aku sempat terbawa suasana enaknya liburan dan santai setelah semua akan beres. Terlebih lagi Kak Mel juga sempat bilang, tentang presentasi dan pengalaman terakhir bersama angkatan kami ini. Aku sangat terbawa suasana dan semangat, sampai pada akhirnya aku tetap menyadari, bagi angkatan kami, ini masih belum usai sepenuhnya. Ibaratnya Kak Mel sudah menyelesaikan sebuah bab dari KPB, sementara kami masih hanya menyelesaikan 'subbab' dari kehidupan. Ternyata kami akan hanya liburan sesaat sebelum balik ke K12, tahun terakhir kami di Smipa. Disana aku cukup menurunkan semangatku untuk menuntaskan pekerjaan (keinginan untuk akhirnya berlibur ternyata tertahankan)
Pelajarannya, aku terlalu terbawa suasana orang lain dalam perasaan yang kami semua alami. Semoga K12 bisa menjadi pengalaman berkesan dan seru, entah siapapun Kakak yang dipercaya memegang kami.