Seperti kata Jerome Polin beberapa kalinya, dengan nada yang menyebalkan, dimainkanlah lagu yang ia buat mengenai matematika. Orang-orang indonesia kebanyakan tidak setuju dengannya, dengan komentar seperti 'pengen ngerti tapi gabisa' 'cuma bisa ngeiyahin padahal ga ngerti' dan sebagainya. Intinya, maksudku tuh lebih ke masyarakat indonesia yang cenderung ga paham dan tidak menganggap matematika itu menyenangkan.
Sama seperti Jerome, aku merupakan pribadi yang menganggap bahwa matematika itu menyenangkan, dari dahulu kala. Aku tidak pernah menganggapnya ribet ataupun sebuah rintangan, dan aku bersyukur sampai saat ini aku masih suka bidang ini. Jika kita ulik kembali semua rumus dan cara penyelesaian kasus-kasus matematika, semua memiliki dasar dan asal usulnya, mengapa bisa begitu? Seperti ketika kita belajar IPA, semua hal memiliki asal usul dan keterkaitannya satu sama lain (misalnya makhluk hidup), dengan penjelasan yang masuk akal. Menurutku, sama halnya dengan matematika, jika kita tahu konsep dan dasarnya. Malahan aku tidak suka pelajaran yang banyak 'menghafal' nama; tanpa adanya konsep.
Misalnya, konsep yang akhir-akhir ini kutelaah kembali adalah perpangkatan, akar, dan logaritma. Mungkin dari kata-katanya sudah terdengar rumit. Tetapi, ternyata matematika ini sangat relate dengan kehidupan sehari-hari kita. Seringkali kasus yang kita hadapi di matematika terjadi di kehidupan nyata, hanya saja kata-kata dan kalimatnya yang berbeda, maksud yang kita tangkap di pikiran pun kadang berbeda. Kalau aku sendiri prefer guru matematika yang simple dan konseptual, bukan yang rumit dan teoritikal abis.
Secara simple sih begini:
Matematika itu mudah dipahami, asalkan kita bisa memahaminya dengan cara/metode yang cocok dan tepat. Mengapa begitu, adalah karena isinya hanyalah praktek dari konsep yang sudah kita pahami. Yang perlu dipahami adalah konsepnya bukan jawabannya. Pasti semua materi memiliki sebuah inti, konsep, gambaran besar yang jelas, beda-beda setiap orang. Setiap orang perlu mengimajinasikan secara sendiri, saat menghadapi kasus matematika, agar dapat paham. Setiap orang perlu pendekatan tersendiri untuk menemukan pemahaman terhadap konsep matematika, se-tidak bisa mengerti apapun pasti ada cara sederhananya. Cenderung orang yang 'berhasil' dalam bidang ini bukan yang menghafal tetapi yang memahami konsep. Percuma menghafal di SD/SMP/SMA kalau nanti masuk jurusan Matematika Murni, habislah hidupnya.
Orang yang bisa memegang konsep matematika dengan baik, biasanya akan memahami seluruh materi sekaligus dengan konsep itu. Tidak ada 1/2 1/2 di matematika, jika paham ya paham, jika tidak ya tidak. Kebetulan aku orangnya punya otak encer dan berpikir kritis, cerdas, konsep sulit pun kadang bisa dipahami apalagi yang sederhana.
Semangat bagi para pejuang matematika di luar sana yang masih belum paham konsepnya! Semoga terbantu dengan tulisan ini.