AES72 LB RT-1
innocentiaine
Thursday September 16 2021, 9:44 PM

Kita tak dapat melihat rasa, tapi bila upaya kita diwarnai rasa, mungkin warna kita bisa berubah sesuai rasa itu. Diawali dengan menyimak dokumenter tentang sosok anak di usia dini, diskusi hari ini membuahkan simpulan-simpulan yang menghangatkan hati. Bersama kami menyadari kembali hakikat seorang anak. Bagaimana mereka bertumbuh, menyadari diri dan memahami dunia. Secara alamiah anak akan terus berproses. Apa yang dapat kita -orang dewasa di sekitarnya- lakukan untuk memfasilitasi proses tersebut? Karena banyak potensi kebaikan dan kemampuan yang tersimpan di situ. Yang hanya dapat terbuka dan terpantik bila mendapat perhatian, ruang eksplorasi, dan kesempatan yang cukup. Semisal kesempatan bermain bebas, kesempatan bereksplorasi di alam, atau dengan berbagai bahan yang ada di sekitar. Meski sederhana, sepertinya kebanyakan manusia dewasa dengan kemampuan, ketrampilan, pengetahuan, logika yang sudah dimiliki, kerap lupa atau tidak menyadari, atau mungkin juga terlalu sibuk untuk hirau akan proses tersebut. Tentunya tak ada proses yang ideal, semua orang, setiap anak memiliki jalan masing-masing. Namun paling tidak dengan memahami hakikat dan proses alamiah anak, ada perhatian yang dapat diberi, ruang dan kesempatan eksplorasi yang dapat diupayakan. Dan yang tak kalah penting, ada rasa dan kasih yang mewarnai upaya tersebut. Kalau berwarna dan terlihat, mungkin dari setiap kakak muncul semburat seperti pelangi warna-warni saat bercerita tentang pengalaman diri, tentang gagasan yang tertangkap, tentang refleksi ke dalam diri, tentang rasa yang tergugah, tentang inspirasi yang muncul. Terima kasih kakak-kakak RT-1. :)

You May Also Like