Lingkar Belajar hari ini dikemas sangat apik oleh SPP Psi kita. Semakin mengerucut ke inti. Semakin tipis irisannya, tapi perbedaan antar usia masih bisa terjabar jelas. Mengenali anak di setiap tahap tumbuh kembang memang tak pernah habis. Selalu ada hal baru yang terkuak, ada pemahaman baru yang terbangun. Dan ketika benang merah antara konsep yang disampaikan dengan kenyataan yang terjadi pada anak di keseharian terlihat semakin jelas dan terhubung, disitulah kemampuan mendampingi anak bertumbuh menjadi terasah. Istilah mudahnya tak kenal maka tak sayang.
Di tengah sesi tanya jawab, muncul pertanyaan mengenai pentingnya membangun ritme kegiatan keseharian anak. Diskusi mengarah pada ritme sebagai pola yang teratur dan seimbang, diterjemahkan dalam bentuk kegiatan. Semisal kegiatan fisik. Perlunya keseimbangan antara aktivitas yang dinamis dan yang tenang, yang bebas dan yang terarah, yang menyalurkan dan yang mengolah, dst. Meski tampak penuh energi, menyalurkan dengan kegiatan dinamis perlu diseimbangkan dengan kegiatan tenang dan terarah. Atau sebaliknya, anak yang pasif, kurang bersemangat, mungkin justru butuh kemampuan mengolah energi. Terlalu banyak mengolah satu sisi atau hanya menekankan satu hal, keseimbangan tidak tercapai, memunculkan ketidaknyamanan.
Sontak teringat dan mengoneksi dengan bahasan Yin & Yang dari bu Yuli. Belajar dari keharmonisan semesta. Selalu ada sisi2 yang berlawanan, yang saling membutuhkan dan menyeimbangkan. Tuh kan terbuka lagi hal baru, yang mungkin kelak akan terkoneksi dengan hal lain. Tanda belajar memang tak pernah usai..