Tulisan ini dalam rangka mencoba tips dari pengunjung reguler pendopo AES, yang sudah tembus 200 hari menulis. Tentulah patut dicoba. 
"Kalau sedang tidak ada ide, tetaplah menulis. Tulislah tentang kebingungan, kebuntuan itu sendiri."
Mungkin memang perlu pemanasan, untuk menuang apapun yang ada di ujung kepala. Semacam membuka sumbat, supaya lebih mengalir. Bisa jadi pada awal pemanasan akan lebih banyak tulisan yang tidak jelas, gumpalan-gumpalan yang menyumbat itu tadi. Ya berterima saja.. karena toh tetap perlu dibuka supaya tak hanya tulisan, tapi kegiatan dan pekerjaan lainpun bisa lebih jernih, mengalir lebih lancar. Apalagi bila dilakukan setiap hari, sepertinya bisa berefek serupa detox bagi benak.
Menulis bagiku adalah bagian dari keseharian. Namun menulis tanpa ide awal ini, ibarat berjalan-jalan tanpa tujuan awal. Biasanya sih akan selalu mendapat objek menarik yang bisa diposting dengan tagar menyesat. Kadang ketika tengah menulis, mulai muncul atau teringat satu, dua hal lain. Aku bukan tipe orang yang bisa bercerita ke sana, ke mari. Juga tidak pandai merangkai, menyambungkan topik yang berbeda-beda. Jadi ketika muncul ide-ide yang tidak saling berhubungan, biasanya tetap dicatat sebagai kata kunci saja, bekal ide untuk tulisan di kemudian hari. Meski ketika ditengok kembali, belum tentu bisa langsung diolah menjadi tulisan yang cukup untuk diunggah. Seringkali karena pengaruh suasana hati yang berbeda, ide tersebut tidak lagi terasa tepat.
Sebenarnya ide kerap hadir di saat yang tidak terduga. James Altucher, penulis Choose Yourself, mengenalkan konsep untuk menuliskan 10 ide (apapun) setiap hari, sebagai satu bentuk latihan untuk mengasah kreativitas. Bukan hal mudah ternyata, mengingat untuk mencatat dan mencari 10 gagasan setiap harinya, bahkan ide sederhanapun. Biasanya saat sedang santai, atau di tengah obrolan menarik, banyak hal jadi dapat lebih terperhatikan, banyak hal jadi menarik. Mungkin kalau aku pandai bercerita tentang rasa makanan atau minuman, atau keindahan tempat dan suasana seperti pak Jo, lebih banyak hal di keseharian bisa jadi topik cerita menarik.
Bentuk lain yangย sudah sejak lama dan hampir selalu aku punya di keseharian adalah jurnal yang isinya lebih berupa poin-poin dari mulai agenda dan realisasi kegiatan, makanan yang dimakan, rutin yang dijalankan, dll. Bermanfaat sebagai pengingat dan catatan pribadi. Dan sejauh ini, memang belum pernah merasa bisa jadi topik menarik untuk sampai dituliskan. Selain jurnal, hampir selalu pula aku punya buku polos ataupun bergaris, yang kini sudah tidak terlalu sering aku isi. Sesekali aku masih merasa perlu dan ingin menulis secara manual. Masih suka dengan kebebasan yang ditawarkan, dengan sensasi yang terasa, serta sisi alami kesalahan yang manusiawi. Bukan menulis indah, karena tulisan tanganku juga tidak dapat disebut bagus. Namun menuang ide secara manual, terasa memunculkan proses dan hasil yang berbeda. Meski setelahnya masih perlu mengetik kembali dan membuat penyesuaian sebelum diunggah.
:Dย
Hehehe, ternyata Kak Ine ngikutin James Altucher juga ya... Unik itu orang. ๐๐
Haha iya.. suka pak, bener unik.. ๐