AES 173 Life is Worth Living
joefelus
Friday November 12 2021, 5:46 AM
AES 173 Life is Worth Living

Pagi-pagi ketika masih gelap dan suhu sangat dingin saya berangkat kerja berjalan kaki. Seperti biasa ditemani musik sambil menikmati suasana yang hening dan damai. Di ujung timur mulai tampak warna kemerah-merahan, matahari sebentar lagi akan tampak. Kalau saja tidak ada hembusan angin, mungkin pagi ini akan lebih menyenangkan. Seharusnya suhu 0 derajat pagi ini, tapi karena angin yang lumayan besar menjadikan suhu yang dirasakan menjadi -7 derajat! Setiap angin berhembus bagian leher saya seperti diterjang jarum-jarum yang terbuat dari es, pedih, dingin dan lama-kelamaan menjadi sangat menyakitkan. Untung jaket saya kerahnya bisa diberdirikan jadi sedikit bisa leih melindungi leher saya dari siksaan angin dingin.

Kemarin seertinya saya agak sedikit memforsir ketika berolahraga. Bagian bokong dan paha saya sekarang terasa sangat sakit dan tidak nyaman untuk berjalan jauh. Cara berjalan saya menjadi agak lucu karena berusaha melawan rasa sakit apalagi di udara yang sangat dingin ini. Berdasarkan pengalaman, ketika sedang proses perbaikan otot-otot sehabis berolahraga, justru saya harus banyak bergerak, semakin sering bergerak semakin cepat saya bisa recover. Dan itu yang saya lakukan sepanjang pagi, bahkan menjelang waktu makan siang saya sudah mencatat di atas 9000 langkah!

Yang saya lakukan ini adalah pilihan dalam menjalani hidup. Saya memilih untuk menderita dengan bahagia daripada suatu waktu nanti saya menderita dengan tidak bahagia! Hahaha.. Ini istilah lucu sekali bukan? Ya hidup itu sangat berharga untuk dijalani! Hidup itu tidak mudah, tapi kita dapat memilih attitude dalam menjalaninya. Banyak saya saksikan kasus-kasus dalam kehidupan di mana seseorang begitu larut dalam penderitaan, bahkan menjadi toxic untuk kehidupannya sendiri. Kenapa? Karena attitude yang dia pilih!

Saya sudah banyak kehilangan teman, kalau dihitung dari teman SMA saja saya sudah kehilangan lebih dari 50 orang teman. Ya tidak semuanya saya kenal dengan akrab, sebab jaman SMA ada 6 kelas paralel, jadi kalau misalnya dikalikan 40 saja sudah ada 240 orang teman, dan saya yakin satu kelas ada hampir 50 orang! Kebanyakan saya kenal wajah, tapi sering lupa nama kecuali mereka yang akrab. Teman SD dan SMP juga sudah ada belasan yang saya kehilangan, bahkan ada teman akrab bermain layangan dan gundu!

Itu salah satu alasan mengapa saya mulai aktif berolahraga lagi. Saya memilih untuk menderita dalam kebahagiaan. Maksudnya seperti yang saya alami hari ini berjalan dengan cara yang lucu karena kesakitan, tapi hati saya bahagia karena sadar rasa sakit itu akan berbuah baik untuk kesehatan saya di masa depan. I choose to suffer happily instead of to suffer unhappily!

Dari sekian banyak teman, kenalan dan sahabat saya yang sudah pergi, saya semakin menyadari bahwa hidup itu sangat berharga jika kita menghargai hidup. Seorang teman yang terakhir pergi begitu menderita berbulan-bulan sehingga tubuhnya begitu hancur dan hanya tinggal tulang dan kulit (literally!). Banyak kejadian seperti itu tidak terhindarkan karena memang hidup itu sangat menantang. Nah, saya punya pilihan dan punya kesempatan, untuk itu saya memilih untuk memanfaatkannya. Hidup itu memang menantang, tapi kalau tantangan itu kita hadapi dengan bahagia, maka hidup akan terasa lebih indah.

Terakhir, saya juga menyadari bahwa attitude saya dalam menjalani kehidupan sangat mempengaruhi orang lain, demikian juga sebaliknya. Positive attitude mudah menular, dampak positif yang dirasakan orang lain yang terpancar dari diri saya akan memberikan dampak yang positif pada orang lain, demikian juga sebaliknya. Positive attitude itu tidak selfish karena dengan sendirinya akan memancar dan berbagi tanpa perlu disuruh! Tapi jangan salah negative attitude juga memiliki efek yang serupa. jadi sekali lagi, tergantung pada kita. Hidup itu berharga jika kita menghargai hidup!

Foto: Fearlessmotivation.com

You May Also Like