Hari ini saya akan menulis tentang apa? Ini sebuah pertanyaan yang hampir selalu saya tanyakan setiap hari. Sambil terus berpikir tentang ide, saya juga mulai bermain-main dengan pertanyaan. Bertanya itu sangat penting karena segala sesuatu itu bermula dari sebuah pertanyaan. Sains berawal dari pertanyaan, filsafat juga berawal dari pertanyaan. Anak-anak mulai belajar dengan bertanya. Bertanya itu penting.
Bertanya juga merupakan prinsip utama dalam filsafat Timur. Dalam Hinduism, para murid menyampaikan 6 pertanyaan pada Sang Guru (Prashna-Upanishad, Prashna berarti pertanyaan dalam bahasa Sansekerta). Budha juga melakukan hal sama, peran yang sangat mendasar dari pertanyaan masih terus dilakukan dalam modern Budhism.
Ilmu pengetahuan dimulai dengan pertanyaan. Mengapa daun berubah warna? Mengapa bunga memiliki warna berbeda-beda. Dari mana asal mahluk hidup, dan lain sebagainya. Sama juga halnya dengan agama dan kepercayaan. Bagaimana semesta diciptakan. Bagaimana rupa Yang Ilahi. Kemana manusia akan berakhir setelah meninggal. Pertanyaan esensial tentang hidup dan fase sesudah kehidupan terus menerus dipertanyakan, dan lain sebagainya.
Atau yang sederhana ketika masih kecil, kita bertanya mengapa jatuh itu ke bawah? Bagaimana burung bisa terbang dan ikan bernapas di dalam air? Mengapa kita lapar dan haus? Mengapa jika jatuh kita kesakitan. Kita belajar sejak kecil melalui banyak pertanyaan.
Ada jumlah yang tidak terhingga pertanyaan yang kita pertanyakan. Ada sangat banyak yang belum kita pikirkan, ada banyak yang belum terjawab dan masih banyak lagi yang berusaha kita jawab. Kalau dilihat-lihat dan dipikirkan sungguh-sungguh, lebih banyak pertanyaan yang belum atau tidak terjawab dibandingkan dengan yang sudah dijawab. Pertanyaan itu penting karena pertanyaan yang membuat kita terus berkembang. Pertanyaan yang juga mendorong manusia untuk lebih menengal dirinya dan lebih mengerti semesta.
Kembali ke pertanyaan awal saya sebelum menulis. Apa yang akan saya tulis hari ini? Saya menulis tentang pertanyaan, sebab semakin banyak saya bertanya, semakin bingung jadinya. Jadi sekian saja dahulu
Foto: thoughtco.com