AES #17 Compromise
joefelus
Monday June 7 2021, 6:28 AM
AES #17 Compromise

Ini sebetulnya ide yang nyangkut di draft sejak bulan Februari tahun 2020 dan tidak pernah selesai hingga sekarang. Terpicu diskusi soal essay pernikahannya  Krisna dan ulasan bang Arkham ( sorry I do not know how to link their essays, I still have much to learn about this plafform!), saya berusaha membagi opini. Nah berikut ini adalah sumbangan pendapat saya.

A healthy marriage is about relation, and relation is about compromise! Pendapat saya tentang pernikahan adalah kalimat barusan yang saya kutip dan entah saya comot dari mana dan kapan, tidak ingat. Yang jelas saya setuju dengan kalimat itu. Pernikahan adalah bentuk relasi dari 2 orang yang memutuskan untuk berkomitment untuk ber-"kolaborasi" dalam segala hal dalam hidup mereka. Istilah kolaborasi tiba-tiba nongol, entah tepat atau tidak, yang jelas 2 pribadi tersebut berkomitmen untuk melakukan dan memfokuskan hampir seluruh hidup mereka berdua! Menghadapi tantangan, menikmati kebersamaan, mengejar keberhasilan, membangun kehidupan, dan lain sebagainya berdua!

Keberhasilan pernikahan ditentukan dengan bagaimana baiknya relasi itu dibangun, Relasi yang baik tentu saja tergantung pada komunikasi, respect dan equality, kesesuaian, komitmen satu sama lain yang kuat dan tentu saja cinta. Tanpa salah satu dari faktor tersebut, maka relasi tidak akan dapat terbangun dengan baik. Tidak ada relasi tanpa komunikasi, tidak ada relasi yang dapat dibangun tanpa rasa hormat satu sama lain. Sebuah relasi yang sehat adalah relasi yang mampu meng-afirmasi dua pribadi sebagai apa adanya. Relasi ini juga memungkinkan kedua pihak dapat memenuhi kebutuhan masing-masing dengan menciptakan sebuah titik temu di tengah dan masing masing dapat menyesuaikan diri. Ini yang disebut dengan Kompromi! relasi yang tidak sehat adalah kebalikannya, dimana satu pihak atau bahkan dua-duanya menuntut pihak yang lain untuk berubah agar memenuhi kebutuhan sepihak. Tidak ada kompromi, karena kompromi yang dimaksud adalah menciptakan sebuah titik temu dengan menyesuaikan diri masing-masing (bukan sepihak) untuk memungkinkan pihak lain dapat memenuhi kebutuhannya. Kompromi membutuhkan pengorbanan, namun semuanya adalah sebuah kompromi yang positif dan dilakukan oleh kedua belah pihak agar relasi menjadi solid, kebutuhan satu sama lain terpenuhi dan saling melengkapi.

Nicholas Sparks (The Wedding) berkata," Marriage is about compromise; it's about doing something for the other person, even though you don't want to!"  Dan Ali Haris (The First Last Kiss) berkata,"Compromise is what binds people together. Compromise is sharing and conciliatory, it is loving and kind and unselfish!"

Ini salah satu alasan mengapa pernikahan menuntut kematangan dan kedewasaan, sebab mana mungkin relasi dapat terbentuk jika seseorang masih berkutat dalam  self-centeredness problematic di usia dini. Begitu!***