Beberapa kegiatan yang sangat saya sukai adalah travelling dan makan. Mendatangi tempat-tempat baru dan mencoba jenis makanan yang belum pernah saya cicipi sebelumnya sangat menarik dan membuat saya dapat merasa lebih "hidup".
Saya sangat beruntung sudah diberi kesempatan untuk mengunjungi banyak tempat dan mencoba banyak jenis makanan dari berbagai daerah di penjuru dunia. Beruntung juga saya bekerja di departemen yang berhubungan dengan makanan. Saya punya akses terhadap ribuan resep yang bervariasi dari banyak tempat di dunia yang pernah diciptakan dan disajikan di dining halls. Pada intinya saya bisa mempunyai petualangan tersendiri yang berkaitan dengan makanan. Saya juga punya banyak teman yang berasal dari berbagai pelosok dunia, sehingga saya dapat belajar dari mereka mengenai jenis-jenis makanan yang biasa mereka santap.
Dulu saya tidak khawatir akan apapun, jika ingin mencoba makanan tertentu, saya akan langsung lakukan. Ini bagian dari petualangan dalam hidup, bukan? Tapi sekarang tidak bisa lagi begitu. Kalau mau makan sedikit berlebih, saya harus lebih banyak berolahraga. Bukan gaya-gayaan atau kepingin langsing, tapi karena saya punya hashimoto! Hashimoto ini yang bisa membuat tubuh saya berubah menjadi balon. Karena tidak sadar dan tidak tahu, saya pernah mencapai lebih dari 210 LB, atau setara dengan lebih dari 95Kg yang untuk tinggi badan saya termasuknya obesity! Ini sangat kacau untuk orang yang senang jalan-jalan dan makan, lalu dilarang makan karena jika dibiarkan maka saya akan bisa jadi seperti Chewbacca atau Kingkong hahaha...
Sudah lama saya tidak pergi brunch bersama Kano dan Nina. Kano bukan anak yang senang bangun pagi, jadi saya jarang bisa melakukan apapun dengan dia di pagi hari. Paling banter saya pergi ke kedai kopi bersama Nina. Akhirnya hari ini bisa pergi bertiga untuk brunch di tempat yang belum pernah kami kunjungi. Tempat sarapan biasa sebetulnya yang menyediakan pancake, eggs benedict, hash brown, steak and eggs dan sebagainya yang merupakan sarapan khas orang-orang sini yang disajikan di mana-mana.
Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang kemudian, bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian. Itu yang saya lakukan demi bisa menikmati sarapan yang enak bersama Kano dan Nina. Jadi pagi-pagi saya sudah bangun dan pergi ke gym membakar hampir 800 kalori. Kalau ditambah kalori goal yang bisa saya konsumsi sehari, total menjadi 3000 kurang sedikit, artinya jika brunch saya menghabiskan sekitar 1200, makan malam sekitar 1000, saya masih punya tabungan sekitar 800 untuk snack dan sebagainya. Hidup dengan hashimoto ditambah usaha untuk tetap bisa menikmati hidup, maka saya harus bisa compromise. Nah ini yang saya lakukan dan ternyata tidak jelek-jelek juga. Tapi ada tapinya!
Ini dia tapinya: Saya harus bisa beradaptasi dengan hidup dengan "sedikit" rasa sakit! Hahaha... Semakin sering ingin "menikmati" hidup harus bisa berkorban dengan menambah kegiatan harian dengan olahraga. Tubuh sehat, otot-otot tubuh menjadi semakin kuat, tapi tetap bisa menikmati hidup. Hanya saja, hahahaha.. masih ada "hanya" ternyata, saya lupa bahwa sejak hari Jumat saya non-stop ke Gym dan beberapa hari terakhir ini programnya sangat berat dan pagi ini programnya semacam pyramid. Jadi ada tanjakan nonstop! Tadi pagi tanjakannya sampai 8% itu artinya jika saya lari sejauh 100 meter, di ujung saya ada di posisi 8 meter lebih tinggi! Masalahnya saya berlari selama sekitar 20 menit sejauh 3.5km, jadi hitung saja berapa tingginya saya berada ketika sampai di ujung? Sekitar 450 meter! Itu baru sebagian dari "penderitaan" saya, belum dihitung berapa jauhnya saya mendayung dan berapa ratus kali saya harus berjuang mengangkat barbel dan melakukan gerakan lompat-lompat lainnya. Nah dengan demikian saya harus mengerti mengapa seharian saya berjalan seperti Frankenstein hahahha.. Jadi peribahasa bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian itu belum selesai, ada tambahannya yaitu "lalu bersakit-sakit lagi"! hahahaha... Yang penting saya tetap bahagia, kesehatan terjaga dan tetap menikmati hidup!