AES108 AI vs EI
Sanya
Thursday December 12 2024, 10:37 AM
AES108 AI vs EI

Kata pencarian Deepseek menjadi trending akhir-akhir ini katanya DeepSeek lebih mutakhir dibandingkan dengan pendahulunya, ChatGPT. Tak terelakkan memang teknologi AI berkembang pesat dekade ini. Semua berlomba-lomba mengembangkan AI, perlahan masuknya AI kedalam kehidupan kita menjadi suatu hal yang biasa. Lambat laun AI akan menjadi teknologi pengganti ‘manusia’ hebat ya. Sudah saatnya kita juga harus berkembang, perkembangan teknologi harus selaras dengan perkembangan kita yang penciptakan AI. Masa iya AI ciptaan manusia kalah dengan manusia ciptaan Tuhan? Optimis dong

AI tidak dipungkiri banyak membantu berbagai permasalahan fisik, bagaimana dengan permasalahan interaksi sosial manusia bisakah AI menyelesaikannya?

Menurutku inilah kelebihan manusia, kita mempunyai sense of art. AI tentu punya pola dan algoritma untuk membantu kita namun kita sebagai makhluk sosial yang hidup inilah eksekutornya. Keputusan final ada di tangan kita. Inilah buah pemikirannya. Teknologi punya AI, manusia punya EQ alias Emotional Intelligence.

EQ merupakan suatu kemampuan kompleks manusia terhadap emosi. Dari mulai input yaitu kemampuan mengenali kemudian masuk ke tahap proses memahami setelahnya mampu mengelola emosi diri terakhir mampu merespon emosi tersebut untuk diri sendiri dan pada orang lain secara efektif. EQ menjadi faktor penting baik dalam dan luar diri. Hubungan diri sendiri maupun orang lain.

Mengutip Daniel Goleman dalam buku Emotional Intelligence ada 5 komponen utama dari EQ:

  1. Kesadaran diri (Self-Awareness)
    Kemampuan untuk mengenali dan memahami emosi diri sendiri, termasuk bagaimana emosi memengaruhi pikiran, perilaku, dan hubungan dengan orang lain.
  2. Pengaturan diri (Self-Regulation)
    Kemampuan untuk mengelola dan mengendalikan emosi, terutama dalam situasi yang menantang atau penuh tekanan.
  3. Motivasi diri (Self-Motivation)
    Kemampuan untuk memotivasi diri sendiri, menetapkan tujuan, dan tetap fokus pada pencapaian tujuan tersebut meskipun menghadapi rintangan.
  4. Empati (Empathy)
    Kemampuan untuk memahami dan merasakan emosi orang lain, serta merespons dengan cara yang tepat.
  5. Keterampilan sosial (Social Skills)
    Kemampuan untuk berinteraksi dengan orang lain secara efektif, termasuk dalam komunikasi, resolusi konflik, dan membangun hubungan yang positif.

Cara Meningkatkan Kecerdasan Emosional

  1. Refleksi diri: Luangkan waktu untuk memahami emosi dan reaksi.
  2. Latihan mindfulness: Praktik meditasi atau pernapasan untuk meningkatkan kesadaran emosional.
  3. Mendengarkan: Berlatih mendengarkan orang lain dengan penuh perhatian dan empati.
  4. Menerima kritik: Belajar menerima umpan balik sebagai peluang untuk berkembang.
  5. Mengelola stres: Temukan cara sehat untuk menghadapi tekanan, seperti olahraga atau hobi.

Dari penjelasan tersebut alih-alih merasa tidak nyaman dengan kemajuan teknologi lebih baik sebagai manusia yang berkesadaran kita terus melatih EQ kita, pada masa depan jadilah satu dari sekian banyaknya orang yang masih memiliki EQ.