AES 536 Banyak
joefelus
Thursday November 10 2022, 8:08 AM
AES 536 Banyak

Sesudah membentuk kebiasan menulis selama sekian lama, saya mulai bingung. Bingung dalam memilih topik, atau mungkin lebih tepat bingung menemukan topik. Karena apa? Karena seringkali saya merasa "sudah pernah" ngobrol soal itu dan saya sama sekali berharap tidak perlu me-recycle topik yang sudah pernah saya obrolkan, walau tentu saja dengan berjalannya waktu, pemikiran dan pendapat saya juga bisa berubah dan berkembang.

Musuh utama saya dalam mencari bahan sebenarnya cuma satu, yaitu kelelahan. Kalau sudah lelah tubuh dan pikiran tidak bisa diajak bekerja sama. Seperti tulisan saya yang terakhir itu prosesnya sekitar 8 jam. Kemarin malam saya punya sedikit ide lalu saya tulis beberapa hal, saya catatkan juga beberapa kata kunci lalu saya tinggal istirahat karena sudah terlalu lelah dan saya masih struggling dengan perubahan waktu 1 jam sejak beberapa hari yang lalu. Sama rasanya seperti jetlag. Ini sangat mengganggu waktu istirahat saya sehingga esoknya mengalami kelelahan. Eniwei, kembali ke soal proses menulis. Sesudah saya tinggal istirahat, besoknya saya lanjutkan, tapi ada serunya, yaitu berpacu dengan waktu karena saya harus mengerjakannya disela-sela pekerjaan, dan itu sangat sulit karena konsentrasi saya menjadi terpecah-pecah.

Sesudah pekerjaan selesai, saya baru sadar bahwa sekarang peralihan hari di Indonesia itu 1 jam lebih awal. Biasa pukul 11 pagi, sekarang menjadi pukul 10 pagi. Nah tadi pagi saya sadar itu 10 menit sebelum pukul 10. Dalam 10 menit saya harus bisa melanjutkan proses penulisan esai saya. Nah seru khan? Untungnya beberapa kata kunci sudah saya tulis di draft sehingga saya tinggal mengembangkan saja. Tapi 10 menit itu waktu yang sangat pendek, belum lagi memilih gambar untuk ilustrasi. Butuh konsentrasi tinggi dan juga kerja cepat sebab kalau tidak, bolong lah hari itu sementara saya sama sekali tidak mau bolong! Alhamdulillah saya berhasil menyelesaikan 1 menit sebelum perpindahan waktu. Jadi kalau dilihat di tampilan di Ririungan, 2 tulisan dari 3 hari terakhir diunggah tepat pukul 12 malam. Buat saya itu seru banget!

Nah soal topik. Pasti ini dialami oleh semua orang, kadang ide bermunculan dengan mudah kadang mentok dan buntu tidak berkutik dan tidak mampu mengembangkan apa-apa. Itu biasa. Nah buat saya yang kalau di blog pribadi sudah mencapai 666 tulisan. Angka antik dan seru ini! Hahaha.. Atau jika di AES itu sudah 535 buah, memilih topik obrolan menjadi semakin sulit karena banyak ide yang muncul ternyata sudah pernah diobrolkan. Saya sampai punya beberapa buku yang hanya sekedar untuk membahas ide menulis. Serius loh, saya sampai ke toko buku hanya sekedar mencari ide, buku itu tertumpuk di sudut meja di samping tempat tidur untuk baca-baca sambil menunggu rasa kantuk datang. Nah karena kelelahan beberapa waktu terakhir ini saya tidak menyentuh buku-buku itu.

Ide sebetulnya banyak. Kita bisa ngobrol soal makanan, misalnya. Coba bayangkan ada berapa jenis makanan? comro, misro, bala-bala sampai karedok saja sudah ada 4 bahan obrolan khan? Pekerjaan juga ada ribuan jenis dan kalau mau bisa dibahas. Tapi kadang saya punya keinginan juga untuk menulis sesuatu yang mempunyai arti spesial, bukan hanya sembarangan saja. Kenapa begitu? Karena jika bahan obrolan itu penting, tentang hidup misalnya, secara tidak langsung memaksa saya untuk berrefleksi dan itu akan sangat berguna untuk perkembangan pribadi saya. Bukan begitu?

Seperti misalnya akhir-akir ini saya sering mengangkat masalah transisi Kano ke hidup mandiri dia. Ini menjadi salah satu perjuangan saya yang sangat penting sebagai seorang ayah, sebagai pribadi dan juga sebagai bagian sangat penting dari perjalanan hidup saya. Transisi ini tidak hanya untuk Kano seorang tapi tentu saja unuk saya dan ibunya. Ini sama sekali tidak mudah, apalagi proses transisi ini akan menjadi peristiwa yang pertama dan terakhir dalam kehidupan kami. Saya ingin "menikmati" semaksimal mungkin. Jadi kalau saya harus menangis, ya menangis sekeras-kerasnya, jika saya harus khawatir ya khawatir sehebat mungkin, juga kalau saya merasa bangga, saya ingin juga merasakan semua ini semaksimal mungkin.

Hampir setiap tahun saya menyaksikan para orang tua yang melepaskan ana-anak mereka masuk asrama di tahun pertama perkuliahan. Saya melihat mereka penuh keharuan, ayah dan ibu menangis terharu, demikian juga anak mereka. Berpelukan lalu melambaikan tangan untuk berpisah sesaat karena biasanya beberapa bulan kemudian mereka pulang untuk liburan musim gugur lalu dilanjutkan lagi sebulan kemudian liburan musim dingin. Nah sekarang saya mengerti bagaimana perasaan mereka walau saya belum secara "resmi" melepaskan anak saya. Tapi gejala ke arah sana "naga-naganya" akan terjadi huru hara hahaha.. Nah peristiwa ini khan bisa terus saya abadikan dalam esai bukan? dari awal bagaimana saya khawatir, bagaimana merasa bersemangat ketika perubahan demi perubahan mulai terjadi.

Ya kalau dipikir-pikir sebetulnya, teoritis sih ya, ide itu luar biasa banyaknya. Jadi memang tidak ada alasan untuk bilang bahwa tidak ada ide karea selama pikiran terbuka dan jeli, banyak yang bisa ditangkap dari banyak peristiwa sehari-hari. Masalahnya ya itu tadi, menemukannya! Hahaha.. Apalagi kalau tubuh sudah lelah, mempiliki kemauan tinggi juga tubuh berkata lain dan pikiran ikut-ikutan mogok. Syukurlah sejauh ini masih terus jalan dan saya sangat senang belum bolong. Terakhir saya bolong di Bulan Agustus tahun lalu, itu juga karena saya teledor soal perpindahan waktu, bukan karena tidak menulis. Hehehehe..

Foto credit: masterclass.com